What’s Hot

Poros Cikeas yang terdiri dari empat partai politik, termasuk Partai Demokrat telah sepakat mengusung Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni sebagai bakal calon Gubernur DKI. Sayangnya, tidak semua kader Demokrat tunduk kepada putusan itu.
Sosok yang pertama kali mengungkapkan penolakannya adalah mantan koordinator juru bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul. Dia tetap menjatuhkan dukungannya kepada calon petahanaBasuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok.
“Aku sekali Ahok tetap Ahok. Titik,” ujar Ruhut Sitompul kepada merdeka.com, Jumat (23/9).
Ada alasan yang diakui Ruhut untuk tidak tunduk kepada partainya sendiri. Sebab, Agus Yudhoyono bukan kader Demokrat.“Bos, Agus itu bukan kader Demokrat. Dia itu kader TNI,” ujar Ruhut.
Menurut Ruhut, dipilihnya Agus hanya sekedar ambisi politik tanpa memikirkan karirnya di TNI. Agus saat ini menjabat sebagai Danyon 203/Arya Kemuning. Dengan terjun ke politik, Ruhut menyebut bukan tidak mungkin karir Agus di TNI akan tamat.
“Jangan lah karena ambisi politik yang di Demokrat itu Agus dikorbankan. Kalau menang oke, aku salah. Tapi kalau kalah selesai enggak dia?” tegasnya.
“Tapi aku enggak kebayang kalau Agus kalah dibunuh karirnya oleh partai yang aku banggakan,” sambung anggota Komisi III ini.
Tak hanya Ruhut, jejak serupa juga diikuti Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman. Dia memutuskan mendukung pasangan Ahok-Djarot di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta2017 mendatang.
Sikapnya ini bertentangan dengan partainya sendiri yang mencalonkan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni bersama anggota poros Cikeas lainnya yakni PKB, PAN, dan PPP.
Menurut Hayono, Ahok-Djarot merupakan pasangan harmonis. Dia meyakini pencalonan keduanya bukan sekadar untuk memperebutkan kekuasaan.
“Rakyat DKI butuh kepemimpinan model Ahok. Yang saya lihat secara konkret beliau tidak hanya melayani dengan hati, tapi beliau membangun sistem pelayanan yang hebat sehingga berpeluang besar memberantas korupsi dan menghargai kerja keras birokrasi DKI Jakarta,” ujarnya dalam jumpa pers di Posko Muda Mudi Ahok, Gedung Djakarta Theater, Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (24/9) pagi.
Dia menilai, dari ketiga pasangan yang akan bertarung di Pilgub 2017, hanya Ahok-Djarot lah yang menurutnya sudah siap. Pasangan lain terkesan dipilih secara mendadak, termasuk Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni yang diusung oleh Partai Demokrat.
“Harus saya katakan secara jujur yang siap hanya Ahok. Yang lain kesannya dadakan, tidak dipersiapkan dengan baik. Saya anggota Dewan Pembina Partai Demokrat tapi saya baru tahu nama Agus Harimurti diajukan. Saya berusaha memahami ini, masalahnya dalam suasana keterdesakan atau emergency. Tapi partai politik bertanggung jawab menghadirkan calon pemimpin secara profesional, tidak boleh dadakan,” lanjutnya.
Hayono menegaskan deklarasi yang dilakukannya sebagai seorang pribadi, bukan sebagai anggota Dewan Pembina Partai Demokrat maupun sebagai Ketua Umum Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro). Ia berharap perbedaan sikapnya dengan partai tidak akan menjadi masalah.
“Rakyat Jakarta membutuhkan gubernur yang siap bekerja, bukan yang baru dalam konsep dan teori. Dengan demikian pilihan saya jatuh pada pasangan ini (Ahok-Djarot). Saya hadir sebagai pribadi. Tidak ada masalah bagi saya berbeda dengan partai saya. Sampai hari ini saya masih anggota Partai Demokrat walaupun pada pilpres kemarin saya berbeda sikap,” tutupnya.

Ruhut Sitompul dan Hayono Isman Tetap Mendukung Ahok Daripada Calon Dari Demokrat

Poros Cikeas yang terdiri dari empat partai politik, termasuk Partai Demokrat telah sepakat mengusung Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni sebagai bakal calon Gubernur DKI. Sayangnya, tidak semua kader Demokrat tunduk kepada putusan itu.
Sosok yang pertama kali mengungkapkan penolakannya adalah mantan koordinator juru bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul. Dia tetap menjatuhkan dukungannya kepada calon petahanaBasuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok.
“Aku sekali Ahok tetap Ahok. Titik,” ujar Ruhut Sitompul kepada merdeka.com, Jumat (23/9).
Ada alasan yang diakui Ruhut untuk tidak tunduk kepada partainya sendiri. Sebab, Agus Yudhoyono bukan kader Demokrat.“Bos, Agus itu bukan kader Demokrat. Dia itu kader TNI,” ujar Ruhut.
Menurut Ruhut, dipilihnya Agus hanya sekedar ambisi politik tanpa memikirkan karirnya di TNI. Agus saat ini menjabat sebagai Danyon 203/Arya Kemuning. Dengan terjun ke politik, Ruhut menyebut bukan tidak mungkin karir Agus di TNI akan tamat.
“Jangan lah karena ambisi politik yang di Demokrat itu Agus dikorbankan. Kalau menang oke, aku salah. Tapi kalau kalah selesai enggak dia?” tegasnya.
“Tapi aku enggak kebayang kalau Agus kalah dibunuh karirnya oleh partai yang aku banggakan,” sambung anggota Komisi III ini.
Tak hanya Ruhut, jejak serupa juga diikuti Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman. Dia memutuskan mendukung pasangan Ahok-Djarot di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta2017 mendatang.
Sikapnya ini bertentangan dengan partainya sendiri yang mencalonkan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni bersama anggota poros Cikeas lainnya yakni PKB, PAN, dan PPP.
Menurut Hayono, Ahok-Djarot merupakan pasangan harmonis. Dia meyakini pencalonan keduanya bukan sekadar untuk memperebutkan kekuasaan.
“Rakyat DKI butuh kepemimpinan model Ahok. Yang saya lihat secara konkret beliau tidak hanya melayani dengan hati, tapi beliau membangun sistem pelayanan yang hebat sehingga berpeluang besar memberantas korupsi dan menghargai kerja keras birokrasi DKI Jakarta,” ujarnya dalam jumpa pers di Posko Muda Mudi Ahok, Gedung Djakarta Theater, Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (24/9) pagi.
Dia menilai, dari ketiga pasangan yang akan bertarung di Pilgub 2017, hanya Ahok-Djarot lah yang menurutnya sudah siap. Pasangan lain terkesan dipilih secara mendadak, termasuk Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni yang diusung oleh Partai Demokrat.
“Harus saya katakan secara jujur yang siap hanya Ahok. Yang lain kesannya dadakan, tidak dipersiapkan dengan baik. Saya anggota Dewan Pembina Partai Demokrat tapi saya baru tahu nama Agus Harimurti diajukan. Saya berusaha memahami ini, masalahnya dalam suasana keterdesakan atau emergency. Tapi partai politik bertanggung jawab menghadirkan calon pemimpin secara profesional, tidak boleh dadakan,” lanjutnya.
Hayono menegaskan deklarasi yang dilakukannya sebagai seorang pribadi, bukan sebagai anggota Dewan Pembina Partai Demokrat maupun sebagai Ketua Umum Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro). Ia berharap perbedaan sikapnya dengan partai tidak akan menjadi masalah.
“Rakyat Jakarta membutuhkan gubernur yang siap bekerja, bukan yang baru dalam konsep dan teori. Dengan demikian pilihan saya jatuh pada pasangan ini (Ahok-Djarot). Saya hadir sebagai pribadi. Tidak ada masalah bagi saya berbeda dengan partai saya. Sampai hari ini saya masih anggota Partai Demokrat walaupun pada pilpres kemarin saya berbeda sikap,” tutupnya.

Poros Cikeas yang terdiri dari empat partai politik, termasuk Partai Demokrat telah sepakat mengusung Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni sebagai bakal calon Gubernur DKI. Sayangnya, tidak semua kader Demokrat tunduk kepada putusan itu.
Sosok yang pertama kali mengungkapkan penolakannya adalah mantan koordinator juru bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul. Dia tetap menjatuhkan dukungannya kepada calon petahanaBasuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok.
“Aku sekali Ahok tetap Ahok. Titik,” ujar Ruhut Sitompul kepada merdeka.com, Jumat (23/9).
Ada alasan yang diakui Ruhut untuk tidak tunduk kepada partainya sendiri. Sebab, Agus Yudhoyono bukan kader Demokrat.“Bos, Agus itu bukan kader Demokrat. Dia itu kader TNI,” ujar Ruhut.
Menurut Ruhut, dipilihnya Agus hanya sekedar ambisi politik tanpa memikirkan karirnya di TNI. Agus saat ini menjabat sebagai Danyon 203/Arya Kemuning. Dengan terjun ke politik, Ruhut menyebut bukan tidak mungkin karir Agus di TNI akan tamat.
“Jangan lah karena ambisi politik yang di Demokrat itu Agus dikorbankan. Kalau menang oke, aku salah. Tapi kalau kalah selesai enggak dia?” tegasnya.
“Tapi aku enggak kebayang kalau Agus kalah dibunuh karirnya oleh partai yang aku banggakan,” sambung anggota Komisi III ini.
Tak hanya Ruhut, jejak serupa juga diikuti Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman. Dia memutuskan mendukung pasangan Ahok-Djarot di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta2017 mendatang.
Sikapnya ini bertentangan dengan partainya sendiri yang mencalonkan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni bersama anggota poros Cikeas lainnya yakni PKB, PAN, dan PPP.
Menurut Hayono, Ahok-Djarot merupakan pasangan harmonis. Dia meyakini pencalonan keduanya bukan sekadar untuk memperebutkan kekuasaan.
“Rakyat DKI butuh kepemimpinan model Ahok. Yang saya lihat secara konkret beliau tidak hanya melayani dengan hati, tapi beliau membangun sistem pelayanan yang hebat sehingga berpeluang besar memberantas korupsi dan menghargai kerja keras birokrasi DKI Jakarta,” ujarnya dalam jumpa pers di Posko Muda Mudi Ahok, Gedung Djakarta Theater, Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (24/9) pagi.
Dia menilai, dari ketiga pasangan yang akan bertarung di Pilgub 2017, hanya Ahok-Djarot lah yang menurutnya sudah siap. Pasangan lain terkesan dipilih secara mendadak, termasuk Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni yang diusung oleh Partai Demokrat.
“Harus saya katakan secara jujur yang siap hanya Ahok. Yang lain kesannya dadakan, tidak dipersiapkan dengan baik. Saya anggota Dewan Pembina Partai Demokrat tapi saya baru tahu nama Agus Harimurti diajukan. Saya berusaha memahami ini, masalahnya dalam suasana keterdesakan atau emergency. Tapi partai politik bertanggung jawab menghadirkan calon pemimpin secara profesional, tidak boleh dadakan,” lanjutnya.
Hayono menegaskan deklarasi yang dilakukannya sebagai seorang pribadi, bukan sebagai anggota Dewan Pembina Partai Demokrat maupun sebagai Ketua Umum Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro). Ia berharap perbedaan sikapnya dengan partai tidak akan menjadi masalah.
“Rakyat Jakarta membutuhkan gubernur yang siap bekerja, bukan yang baru dalam konsep dan teori. Dengan demikian pilihan saya jatuh pada pasangan ini (Ahok-Djarot). Saya hadir sebagai pribadi. Tidak ada masalah bagi saya berbeda dengan partai saya. Sampai hari ini saya masih anggota Partai Demokrat walaupun pada pilpres kemarin saya berbeda sikap,” tutupnya.

Ruhut Sitompul dan Hayono Isman Tetap Mendukung Ahok Daripada Calon Dari Demokrat

Poros Cikeas yang terdiri dari empat partai politik, termasuk Partai Demokrat telah sepakat mengusung Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni sebagai bakal calon Gubernur DKI. Sayangnya, tidak semua kader Demokrat tunduk kepada putusan itu.
Sosok yang pertama kali mengungkapkan penolakannya adalah mantan koordinator juru bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul. Dia tetap menjatuhkan dukungannya kepada calon petahanaBasuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok.
“Aku sekali Ahok tetap Ahok. Titik,” ujar Ruhut Sitompul kepada merdeka.com, Jumat (23/9).
Ada alasan yang diakui Ruhut untuk tidak tunduk kepada partainya sendiri. Sebab, Agus Yudhoyono bukan kader Demokrat.“Bos, Agus itu bukan kader Demokrat. Dia itu kader TNI,” ujar Ruhut.
Menurut Ruhut, dipilihnya Agus hanya sekedar ambisi politik tanpa memikirkan karirnya di TNI. Agus saat ini menjabat sebagai Danyon 203/Arya Kemuning. Dengan terjun ke politik, Ruhut menyebut bukan tidak mungkin karir Agus di TNI akan tamat.
“Jangan lah karena ambisi politik yang di Demokrat itu Agus dikorbankan. Kalau menang oke, aku salah. Tapi kalau kalah selesai enggak dia?” tegasnya.
“Tapi aku enggak kebayang kalau Agus kalah dibunuh karirnya oleh partai yang aku banggakan,” sambung anggota Komisi III ini.
Tak hanya Ruhut, jejak serupa juga diikuti Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman. Dia memutuskan mendukung pasangan Ahok-Djarot di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta2017 mendatang.
Sikapnya ini bertentangan dengan partainya sendiri yang mencalonkan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni bersama anggota poros Cikeas lainnya yakni PKB, PAN, dan PPP.
Menurut Hayono, Ahok-Djarot merupakan pasangan harmonis. Dia meyakini pencalonan keduanya bukan sekadar untuk memperebutkan kekuasaan.
“Rakyat DKI butuh kepemimpinan model Ahok. Yang saya lihat secara konkret beliau tidak hanya melayani dengan hati, tapi beliau membangun sistem pelayanan yang hebat sehingga berpeluang besar memberantas korupsi dan menghargai kerja keras birokrasi DKI Jakarta,” ujarnya dalam jumpa pers di Posko Muda Mudi Ahok, Gedung Djakarta Theater, Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (24/9) pagi.
Dia menilai, dari ketiga pasangan yang akan bertarung di Pilgub 2017, hanya Ahok-Djarot lah yang menurutnya sudah siap. Pasangan lain terkesan dipilih secara mendadak, termasuk Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni yang diusung oleh Partai Demokrat.
“Harus saya katakan secara jujur yang siap hanya Ahok. Yang lain kesannya dadakan, tidak dipersiapkan dengan baik. Saya anggota Dewan Pembina Partai Demokrat tapi saya baru tahu nama Agus Harimurti diajukan. Saya berusaha memahami ini, masalahnya dalam suasana keterdesakan atau emergency. Tapi partai politik bertanggung jawab menghadirkan calon pemimpin secara profesional, tidak boleh dadakan,” lanjutnya.
Hayono menegaskan deklarasi yang dilakukannya sebagai seorang pribadi, bukan sebagai anggota Dewan Pembina Partai Demokrat maupun sebagai Ketua Umum Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro). Ia berharap perbedaan sikapnya dengan partai tidak akan menjadi masalah.
“Rakyat Jakarta membutuhkan gubernur yang siap bekerja, bukan yang baru dalam konsep dan teori. Dengan demikian pilihan saya jatuh pada pasangan ini (Ahok-Djarot). Saya hadir sebagai pribadi. Tidak ada masalah bagi saya berbeda dengan partai saya. Sampai hari ini saya masih anggota Partai Demokrat walaupun pada pilpres kemarin saya berbeda sikap,” tutupnya.

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, cuaca berawan akan menyelimuti seluruh langit Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) pagi ini. Kendati wilayah Kepulauan Seribu diprediksi akan berawan.
Siang harinya, hujan intensitas ringan hingga sedang diprediksi akan mengguyur seluruh wilayah Jabodetabek. 

Berikut prakiraan cuaca Jabodetabek selengkapnya yang dikutip Liputan6.comberdasarkan laman resmi BMKG, bmkg.go.id, Kamis (22/9/2016).Sementara malam hari nanti, cuaca hujan kembali terjadi di seluruh wilayah Jabodetabek. Bahkan di wilayah Bekasi dan Bogor intensitas hujan diprediksi akan mengguyur dengan lebat.

BMKG: Hujan Guyur Jabodetabek Siang hingga Malam

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, cuaca berawan akan menyelimuti seluruh langit Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) pagi ini. Kendati wilayah Kepulauan Seribu diprediksi akan berawan.
Siang harinya, hujan intensitas ringan hingga sedang diprediksi akan mengguyur seluruh wilayah Jabodetabek. 

Berikut prakiraan cuaca Jabodetabek selengkapnya yang dikutip Liputan6.comberdasarkan laman resmi BMKG, bmkg.go.id, Kamis (22/9/2016).Sementara malam hari nanti, cuaca hujan kembali terjadi di seluruh wilayah Jabodetabek. Bahkan di wilayah Bekasi dan Bogor intensitas hujan diprediksi akan mengguyur dengan lebat.

Liputan6.com, Jakarta Koneksi internet sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat modern saat ini. Tak hanya di lingkungan perkantoran dan fasilitas umum, koneksi internet juga diperlukan di setiap rumah, apartemen maupun tipe hunian lain.
Jika ada gangguan internet di kantor, kita mungkin tinggal hubungi IT Service, bagaimana jika terjadi di rumah? Mau tak mau kita harus mencari solusi sendiri. Sangat kesal bukan koneksi internet lelet atau lama, kegiatan browsing jadi terganggu.
1. Kabel Internet
Berikut ini ada 5 hal yang perlu Anda periksa ketika koneksi internet di rumah sedang bermasalah:
Untuk kelancaran koneksi internet, sebaiknya Anda menggunakan kabel dengan jenis serat optik. Kabel ini memiliki bahan dasar kaca atau plastik yang sangat halus dan berfungsi sebagai alat tramisi data maupun cahaya dengan kecepatan tinggi.
Saat ini layanan internet service provider hanya ada beberapa yang menggunakan teknologi ini. Pilih layanan yang menggunakan teknologi ini untuk mendapatkan kecepatan internet terbaik.
2. Setting Bandwidth
Agar koneksi internet anda maksimal, gunakanlah nilai bandwidth yang lebih besar lagi dengan mengubah setting pada Komputer configuration. Berikut ini langkah-langkahnya:
- Klik Start pada komputer Anda (Windows)
- Pilih Run > Ketik gpedit.msc pada kolom yang disediakan > Klik OK
- Pilih Komputer Configuration > Administrative Templates > Network > QoS Packed Scheduler
Double Klik pada menu Limit Reservable Bandwidth
- Pilih menu enable > Pada bagian Bandwidth Limit diganti menjadi 0 (defaultnya 20), lalu klik OK
Restart komputer Anda untuk mendapatkan hasilnya.
3. Mengubah DNS 
DNS singkatan dari Domain Name System yang dimiliki oleh penyedia layanan internet. Server DNS suatu ISP atau penyedia internet pasti mempunyai kemampuan, kecepatan, spesifikasi, dan pembacaan IP tersediri.
Dengan demikian, DNS yang kita gunakan sering mengalami penurunan kecepatan karena banyaknya user yang menggunakannya. Untuk menangani hal tersebut, trik yang kita gunakan adalah dengan mengganti-ganti IP DNS Server, dengan mencari koneksi yang sepi.
Gantilah konfigurasi pengaturan DNS menjadi open DNS atau menggunakan DNS Google. Cara ini dapat meningkatkan kecepatan koneksi internet anda hingga 20% dari kecepatan semula.
Menggunakan open DNS, berikut ini langkah-langkahnya:
- Buka Control Panel Komputer Anda
- Pilih Network and Internet > Network and Sharing Center > Local Area Connection
- Pilih Properties > Internet Protocol Ver. 4 > Properties
- Ubah DNS > Prefered DNS: 208.67.222.222 > Alternate DNS: 208.67.220.220
- Lalu klik OK.
4. Modem
Modem (modulator demodulator) adalah sebuah perangkat elektronik yang digunakan untuk mengubah sinyal komputer ke dalam besaran frekuensi tertentu untuk kemudian diproses melalui saluran telepon kabel.
Modem tersebut memiliki spesifikasi kecepatan koneksi yang berbeda-beda. Untuk mendapatkan kecepatan koneksi maksimal, gunakanlah modem yang spesifikasi kecepatan cukup besar. Biasanya modem yang sering digunakan memiliki kapasitas koneksi sekitar 256 Kbps.
5. Pilih ISP Dengan Kualitas Terbaik
Penyedia layanan internet akan memberikan berbagai pilihan paket internet jika anda berada di suatu gerai atau bertatap muka langsung dengan sales representative.
Pilih paket internet yang dapat memberikan kecepatan maksimal dan tanpa membatasi jumlah kuota alias unlimited. Tidak jarang penyedia layanan juga menyediakan paket promo menarik, anda bisa melihat juga berdasarkan kebutuhan pemakaiannya.
Salah satu penyedia layanan internet yang dapat Anda pilih adalah MyRepublic. Alasannya karena MyRepublic memiliki teknologi fiber to the home yang dapat memberikan pilihan buat konsumen untuk menikmati kecepatan Internet 100 Mbps dengan harga terjangkau hanya 299ribu.

Koneksi Internet Sering Bermasalah, Periksa 5 Bagian Ini!

Liputan6.com, Jakarta Koneksi internet sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat modern saat ini. Tak hanya di lingkungan perkantoran dan fasilitas umum, koneksi internet juga diperlukan di setiap rumah, apartemen maupun tipe hunian lain.
Jika ada gangguan internet di kantor, kita mungkin tinggal hubungi IT Service, bagaimana jika terjadi di rumah? Mau tak mau kita harus mencari solusi sendiri. Sangat kesal bukan koneksi internet lelet atau lama, kegiatan browsing jadi terganggu.
1. Kabel Internet
Berikut ini ada 5 hal yang perlu Anda periksa ketika koneksi internet di rumah sedang bermasalah:
Untuk kelancaran koneksi internet, sebaiknya Anda menggunakan kabel dengan jenis serat optik. Kabel ini memiliki bahan dasar kaca atau plastik yang sangat halus dan berfungsi sebagai alat tramisi data maupun cahaya dengan kecepatan tinggi.
Saat ini layanan internet service provider hanya ada beberapa yang menggunakan teknologi ini. Pilih layanan yang menggunakan teknologi ini untuk mendapatkan kecepatan internet terbaik.
2. Setting Bandwidth
Agar koneksi internet anda maksimal, gunakanlah nilai bandwidth yang lebih besar lagi dengan mengubah setting pada Komputer configuration. Berikut ini langkah-langkahnya:
- Klik Start pada komputer Anda (Windows)
- Pilih Run > Ketik gpedit.msc pada kolom yang disediakan > Klik OK
- Pilih Komputer Configuration > Administrative Templates > Network > QoS Packed Scheduler
Double Klik pada menu Limit Reservable Bandwidth
- Pilih menu enable > Pada bagian Bandwidth Limit diganti menjadi 0 (defaultnya 20), lalu klik OK
Restart komputer Anda untuk mendapatkan hasilnya.
3. Mengubah DNS 
DNS singkatan dari Domain Name System yang dimiliki oleh penyedia layanan internet. Server DNS suatu ISP atau penyedia internet pasti mempunyai kemampuan, kecepatan, spesifikasi, dan pembacaan IP tersediri.
Dengan demikian, DNS yang kita gunakan sering mengalami penurunan kecepatan karena banyaknya user yang menggunakannya. Untuk menangani hal tersebut, trik yang kita gunakan adalah dengan mengganti-ganti IP DNS Server, dengan mencari koneksi yang sepi.
Gantilah konfigurasi pengaturan DNS menjadi open DNS atau menggunakan DNS Google. Cara ini dapat meningkatkan kecepatan koneksi internet anda hingga 20% dari kecepatan semula.
Menggunakan open DNS, berikut ini langkah-langkahnya:
- Buka Control Panel Komputer Anda
- Pilih Network and Internet > Network and Sharing Center > Local Area Connection
- Pilih Properties > Internet Protocol Ver. 4 > Properties
- Ubah DNS > Prefered DNS: 208.67.222.222 > Alternate DNS: 208.67.220.220
- Lalu klik OK.
4. Modem
Modem (modulator demodulator) adalah sebuah perangkat elektronik yang digunakan untuk mengubah sinyal komputer ke dalam besaran frekuensi tertentu untuk kemudian diproses melalui saluran telepon kabel.
Modem tersebut memiliki spesifikasi kecepatan koneksi yang berbeda-beda. Untuk mendapatkan kecepatan koneksi maksimal, gunakanlah modem yang spesifikasi kecepatan cukup besar. Biasanya modem yang sering digunakan memiliki kapasitas koneksi sekitar 256 Kbps.
5. Pilih ISP Dengan Kualitas Terbaik
Penyedia layanan internet akan memberikan berbagai pilihan paket internet jika anda berada di suatu gerai atau bertatap muka langsung dengan sales representative.
Pilih paket internet yang dapat memberikan kecepatan maksimal dan tanpa membatasi jumlah kuota alias unlimited. Tidak jarang penyedia layanan juga menyediakan paket promo menarik, anda bisa melihat juga berdasarkan kebutuhan pemakaiannya.
Salah satu penyedia layanan internet yang dapat Anda pilih adalah MyRepublic. Alasannya karena MyRepublic memiliki teknologi fiber to the home yang dapat memberikan pilihan buat konsumen untuk menikmati kecepatan Internet 100 Mbps dengan harga terjangkau hanya 299ribu.

Pada ahari ini kami melakukan ujian harian pertama.

KKPI

Pada ahari ini kami melakukan ujian harian pertama.

Pada hari ini kami diberikan tugas membuat oenjelasan beserta contohnya mengenai interaksi antar komponen biotic

IPA

Pada hari ini kami diberikan tugas membuat oenjelasan beserta contohnya mengenai interaksi antar komponen biotic


topikindo.com – Artis musik Ahmad Dhani membenarkan bahwa ia akan maju dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Bekasi pada tahun 2017.
“Iya, benar,” kata Ahmad Dhani saat dihubungi Selasa (6/9/2016).
Rencananya Dhani akan maju sebagai bakal calon bupati, mendampingi Sa’aduddin, kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Namun Dhani menegaskan ia tidak mengajukan diri melainkan dilamar.
“Ahmad Dhani tuh tidak pernah mencalonkan diri. Dalam sejarah hidupku itu aku tidak pernah mau mencalonkan diri,” kata Dhani.
“PKS yang lamar. Pak Sa’duddin datang ke rumah saya bersama tim dari DPD dan DPP PKS. Mereka datanglah ke rumah saya, rombongan seperti ngelamar kawinan lha. Rombongan keluarga datang semua,” sambung Dhani.
Dhani menambahkan ia sudah mendapat dukungan dari dua partai lain, yakni Partai Gerindra dan Partai Demokrat.
Namun ia belum bisa memastikan kapan pasangan Sa’aduddin-Ahmad Dhani mendeklarasikan diri.
“Belum tahu juga. Masih berbicara dalam tatanan teknis, kalau bicara prinsip sudah,” kata Dhani, yang pernah berniat maju di Pilkada DKI Jakarta 2017.

AHMAD DHANI DILAMAR PARTAI UNTUK MAJU MENCALON WAKIL BUPATI BEKASI


topikindo.com – Artis musik Ahmad Dhani membenarkan bahwa ia akan maju dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Bekasi pada tahun 2017.
“Iya, benar,” kata Ahmad Dhani saat dihubungi Selasa (6/9/2016).
Rencananya Dhani akan maju sebagai bakal calon bupati, mendampingi Sa’aduddin, kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Namun Dhani menegaskan ia tidak mengajukan diri melainkan dilamar.
“Ahmad Dhani tuh tidak pernah mencalonkan diri. Dalam sejarah hidupku itu aku tidak pernah mau mencalonkan diri,” kata Dhani.
“PKS yang lamar. Pak Sa’duddin datang ke rumah saya bersama tim dari DPD dan DPP PKS. Mereka datanglah ke rumah saya, rombongan seperti ngelamar kawinan lha. Rombongan keluarga datang semua,” sambung Dhani.
Dhani menambahkan ia sudah mendapat dukungan dari dua partai lain, yakni Partai Gerindra dan Partai Demokrat.
Namun ia belum bisa memastikan kapan pasangan Sa’aduddin-Ahmad Dhani mendeklarasikan diri.
“Belum tahu juga. Masih berbicara dalam tatanan teknis, kalau bicara prinsip sudah,” kata Dhani, yang pernah berniat maju di Pilkada DKI Jakarta 2017.