Pada Hari Ini Kami Di berikan Tugas Untuk Membuat 5 Jenis-jenis interaksi beserta Contoh Interaksi Dan Manfaat interaksinya.
contohnya :
1. Mutualisme (Jenis Interaksi)
Tumbuhan Berbunga dan Lebah (Contoh Interaksi)
Bunga Menyediakan Makanan Untuk Lebah (ManfaatInterakasinya)
Protokol Jaringan Ethernet
Protokol Jaringan Ethernet merupakan protokol yang paling banyak digunakan. Ethernet menggunakan cara masuknya (access method ) yang dikenal sebagai CSMA / CD (Carrier Sense Multiple Access / Collision Detection).
Ia merupakan suatu sistem di mana setiap
komputer menunggu instruksi melalui kabel sebelum mengirim pesan
melalui jaringan. Jika jaringan ditemukan tidak sibuk, barulah komputer
tersebut menyampaikan informasi atau pesan. Jika satu node lain
sebelumnya telah menyiarkan pesan melalui kabel, komputer tersebut akan
menunggu dan akan mencoba kembali ketika rute mengizinkan.
Terkadang ada dua komputer yang
kebetulan mengirim pesan pada waktu yang bersamaan. Bila kejadian ini
terjadi maka akan terjadilah tabrakan. Kedua komputer tersebut akan
mundur sementara sebelum mengirim pesan kembali. Dengan sistem
pengiriman yang sebegini, pelanggaran merupakan sesuatu yang lumrah.
Namun, keterlambatan yang terjadi akibat tabrakan dan pengiriman kembali
data itu tadi, adalah kecil dan biasanya tidak mempengaruhi kecepatan
transmisi data di dalam jaringan.
Protokol Jaringan
Ethernet biasanya digunakan untuk topologi linear bus, bintang atau
pepohonan. Data bisa dikirim menggunakan kabel pasangan berpintal (twisted pair), kabel sipaksi (coaxial) atau kabel fiber optik pada kecepatan 10 Mbps.
Protokol Jaringan Ethernet Cepat (FAST ETHERNET)
Untuk meningkatkan pengiriman informasi
yang lebih cepat, protokol Ethernet telah membangun suatu standar yang
mendukung dan memungkinkan 100 Mbs. Inilah yang dikenal sebagai Ethernet
pantas.Ethernet cepat membutuhkan penggunaan concentrator atau pusat
yang berbeda dan lebih mahal biayanya dan jaringan kartu antarmuka
(network interface card). Sebagai tambahan, kabel 5 pasangan berpintal (twisted pair) atau kabel fiber optik jika perlu.
Protokol Jaringan Local Talk
Local Talk adalah protokol jaringan yang dikembangkan oleh Apple Computer untuk Komputer Macintosh .
Cara yang digunakan oleh Local Talk disebut CSMA / CA (Carrier Sense
Multiple Access dengan Collision Avoidance). Ia hampir sama dengan CSMA /
CD kecuali komputer memberi sinyal sebelum data akan dikirim. Adapter
untuk Local Talk dan kabel pasangan berpintal yang khusus bisa digunakan
untuk menghubungkan satu seri komputer menggunakan port bersiri. Sistem operasi
Macintosh memungkinkan sitem operasi sesama client (peer-to-peer) tanpa
perlu perangkat lunak tambahan. Dengan penambahan versi file server dari perangkat lunak AppleShare, sistem klien-server (client-server) bleh dilaksanakan.
Protokol Local Talk
mengizinkan topologi linear bus atau topologi tree dengan menggunakan
kabel pasangan berpintal. Satu kekurangan kecil untuk Local Talk adalah
dari segi kecepatan. Kecepatan untuk pengiriman informasi untuk Local
Talk hanya 230 Kbps.
Protokol Jaringan Token Ring
Protokol Jaringan Token Ring
dikembangkan oleh perusahaan IBM pada pertengahan tahun 1980-an. Cara
masuknya (access method) menggunakan cara pengiriman informasi di dalam
suatu lingkaran.
Di dalam Token Ring, beberapa komputer
dihubungkan untuk memungkinkan sinyal tinggal di sepanjang online
jaringan komputer tersebut. Satu token elektronik
bergerak mengelilingi lingkaran dari satu komputer ke satu komputer dan
jika komputer tersebut tidak memiliki informasi untuk dikirim, ia akan
bergerak melewati komputer tersebut ke stasiun kerja berikutnya. Jika
komputer tersebut akan mengirimkan informasi, ia akan mengisi data atau
informasi kepada token yang datang kepadanya.
Token tersebut kemudian bergerak
melanjutkan perjalanannya hingga ia sampai ke komputer di mana data atau
informasi tersebut akan dikirim. Pada titik ini, data atau informasi
tersebut akan diperoleh oleh komputer yang menerima.
Protokol Jaringan Token Ring
menghendaki topologi Star-Ring (star-wired ring) dengan petunjuk kabel
pasangan berpintal (twisted pair) atau kabel fiber optik. Ia bisa
beroperasi pada kecepatan 4 Mbps atau 16 Mpbs. Oleh karena penggunaan
Ethernet yang semakin populer, lingkungan sekolah semakin kurang
menggunakan Gelang Token.
Protokol Jaringan Fiber Distributed Data Interface (FDDI)
merupakan satu protokol jaringan
terutama untuk menghubungkan dua atau lebih jaringan area lokal, untuk
meliputi wilayah yang jauh jaraknya.
Cara masuk (access method) yang digunakan oleh FDDI juga melibatkan pengiriman token. FDDI
menggunakan topologi fisik Ring kembar. Pengiriman biasanya terjadi
pada salah satu dari token atau Ring, namun begitu jika terjadi
kegagalan di dalam jaringan, sistem tersebut akan menggerakkan informasi
secara otomatis menggunakan perjalanan jaringan yang kedua menciptakan
satu jaringan baru yang lengkap.
Kelebihan yang signifikan untuk penggunaan FDDI adalah kecepatan di dalam pengiriman informasi. Ia beroperasi menggunakan kabel fiber optik di 100 Mbps. Lengkapnya baca artikel Protokol jaringan Fiber Distributed Data Interface (FDDI)
Jenis-jenis protokol jaringan
Protokol Jaringan Ethernet
Protokol Jaringan Ethernet merupakan protokol yang paling banyak digunakan. Ethernet menggunakan cara masuknya (access method ) yang dikenal sebagai CSMA / CD (Carrier Sense Multiple Access / Collision Detection).
Ia merupakan suatu sistem di mana setiap
komputer menunggu instruksi melalui kabel sebelum mengirim pesan
melalui jaringan. Jika jaringan ditemukan tidak sibuk, barulah komputer
tersebut menyampaikan informasi atau pesan. Jika satu node lain
sebelumnya telah menyiarkan pesan melalui kabel, komputer tersebut akan
menunggu dan akan mencoba kembali ketika rute mengizinkan.
Terkadang ada dua komputer yang
kebetulan mengirim pesan pada waktu yang bersamaan. Bila kejadian ini
terjadi maka akan terjadilah tabrakan. Kedua komputer tersebut akan
mundur sementara sebelum mengirim pesan kembali. Dengan sistem
pengiriman yang sebegini, pelanggaran merupakan sesuatu yang lumrah.
Namun, keterlambatan yang terjadi akibat tabrakan dan pengiriman kembali
data itu tadi, adalah kecil dan biasanya tidak mempengaruhi kecepatan
transmisi data di dalam jaringan.
Protokol Jaringan
Ethernet biasanya digunakan untuk topologi linear bus, bintang atau
pepohonan. Data bisa dikirim menggunakan kabel pasangan berpintal (twisted pair), kabel sipaksi (coaxial) atau kabel fiber optik pada kecepatan 10 Mbps.
Protokol Jaringan Ethernet Cepat (FAST ETHERNET)
Untuk meningkatkan pengiriman informasi
yang lebih cepat, protokol Ethernet telah membangun suatu standar yang
mendukung dan memungkinkan 100 Mbs. Inilah yang dikenal sebagai Ethernet
pantas.Ethernet cepat membutuhkan penggunaan concentrator atau pusat
yang berbeda dan lebih mahal biayanya dan jaringan kartu antarmuka
(network interface card). Sebagai tambahan, kabel 5 pasangan berpintal (twisted pair) atau kabel fiber optik jika perlu.
Protokol Jaringan Local Talk
Local Talk adalah protokol jaringan yang dikembangkan oleh Apple Computer untuk Komputer Macintosh .
Cara yang digunakan oleh Local Talk disebut CSMA / CA (Carrier Sense
Multiple Access dengan Collision Avoidance). Ia hampir sama dengan CSMA /
CD kecuali komputer memberi sinyal sebelum data akan dikirim. Adapter
untuk Local Talk dan kabel pasangan berpintal yang khusus bisa digunakan
untuk menghubungkan satu seri komputer menggunakan port bersiri. Sistem operasi
Macintosh memungkinkan sitem operasi sesama client (peer-to-peer) tanpa
perlu perangkat lunak tambahan. Dengan penambahan versi file server dari perangkat lunak AppleShare, sistem klien-server (client-server) bleh dilaksanakan.
Protokol Local Talk
mengizinkan topologi linear bus atau topologi tree dengan menggunakan
kabel pasangan berpintal. Satu kekurangan kecil untuk Local Talk adalah
dari segi kecepatan. Kecepatan untuk pengiriman informasi untuk Local
Talk hanya 230 Kbps.
Protokol Jaringan Token Ring
Protokol Jaringan Token Ring
dikembangkan oleh perusahaan IBM pada pertengahan tahun 1980-an. Cara
masuknya (access method) menggunakan cara pengiriman informasi di dalam
suatu lingkaran.
Di dalam Token Ring, beberapa komputer
dihubungkan untuk memungkinkan sinyal tinggal di sepanjang online
jaringan komputer tersebut. Satu token elektronik
bergerak mengelilingi lingkaran dari satu komputer ke satu komputer dan
jika komputer tersebut tidak memiliki informasi untuk dikirim, ia akan
bergerak melewati komputer tersebut ke stasiun kerja berikutnya. Jika
komputer tersebut akan mengirimkan informasi, ia akan mengisi data atau
informasi kepada token yang datang kepadanya.
Token tersebut kemudian bergerak
melanjutkan perjalanannya hingga ia sampai ke komputer di mana data atau
informasi tersebut akan dikirim. Pada titik ini, data atau informasi
tersebut akan diperoleh oleh komputer yang menerima.
Protokol Jaringan Token Ring
menghendaki topologi Star-Ring (star-wired ring) dengan petunjuk kabel
pasangan berpintal (twisted pair) atau kabel fiber optik. Ia bisa
beroperasi pada kecepatan 4 Mbps atau 16 Mpbs. Oleh karena penggunaan
Ethernet yang semakin populer, lingkungan sekolah semakin kurang
menggunakan Gelang Token.
Protokol Jaringan Fiber Distributed Data Interface (FDDI)
merupakan satu protokol jaringan
terutama untuk menghubungkan dua atau lebih jaringan area lokal, untuk
meliputi wilayah yang jauh jaraknya.
Cara masuk (access method) yang digunakan oleh FDDI juga melibatkan pengiriman token. FDDI
menggunakan topologi fisik Ring kembar. Pengiriman biasanya terjadi
pada salah satu dari token atau Ring, namun begitu jika terjadi
kegagalan di dalam jaringan, sistem tersebut akan menggerakkan informasi
secara otomatis menggunakan perjalanan jaringan yang kedua menciptakan
satu jaringan baru yang lengkap.
Kelebihan yang signifikan untuk penggunaan FDDI adalah kecepatan di dalam pengiriman informasi. Ia beroperasi menggunakan kabel fiber optik di 100 Mbps. Lengkapnya baca artikel Protokol jaringan Fiber Distributed Data Interface (FDDI)
3. Penentuan ∆H Reaksi Berdasarkan Data Perubahan Entalpi
Pembentukan Standar ( ∆Hof )
Cara lain perhitungan entalpi reaksi yaitu berdasarkan entalpi pembentukan standar( ∆Hof ) zat-zat yang ada pada reaksi tersebut.
Contoh Soal :
Dari tabel entalpi pembentukan diatas, tentukan :
a. ∆H reaksi pembakaran C2H4 !
b. Tentukan jumlah kalor yang dibebaskan pada pembakaran 56 g gas C2H4
a. Reaksi pembakaran C2H4
C2H4(g) + 3 O2(g)→2CO2(g) + 2H2O(l)
∆H reaksi = ∆Hof hasil reaksi - ∆Hof pereaksi
= ( 2. ∆Hof CO2 + 2. .∆Hof H2O ) – ( 1. ∆HofC2H4 + 3. ∆Hof O2)
= ( 2 . -393,5 + 2. -285,8 ) – ( 1. 52,5 + 3. 0 )
= -787 – 571,6 + 52,5
= - 1306,1 kJ/mol
b. Mr C2H4 = (2x12) + (4x1) = 28
Mol C2H4 = 56/28 = 2 mol
∆H pembakaran 2 mol C2H4 = 2 mol x ( -1306,1 kJ/mol )
= -2612,2 kJ
Jadi pada pembakaran 56 gram gas C2H4 dibebaskan kalor sebesar
2612,2 kJ
4. Penentuan ∆H Reaksi Dari Energi Ikatan
Reaksi kimia antarmolekul dapat dianggap berlangsung dalam 2 tahap
yaitu :
I. Pemutusan ikatan pada pereaksi
II.Pembentukan ikatan pada produk
Misal, pada reaksi antara gas klorin dengan gas hidrogen membentuk gas
hidrogen klorida dapat digambarkan sebagai berikut :
Sesuai dengan hukum Hess, ∆H reaksi total adalah ∆H tahap-I + ∆H tahap-II.
∆H tahap-I = ∑ Energi ikatan pada pereaksi (yang putus)
∆H tahap-II = -∑ Energi ikatan pada produk (yang terbentuk).
∆H reaksi = ∑ Energi ikatan pereaksi yang putus - ∑ Energi ikatan produk yang terbentuk
= ∑ Eruas kiri - ∑ Eruas kanan
TABEL ENERGI IKATAN
Penyelesaian :
........H
.........l
H – C – O-H +1 ½ O=O → O=C=O +2H-O-H
........l
.......H
∆H reaksi = ∑Epemutusan -∑Epembentukan
Pembentukan Standar ( ∆Hof )
Cara lain perhitungan entalpi reaksi yaitu berdasarkan entalpi pembentukan standar( ∆Hof ) zat-zat yang ada pada reaksi tersebut.
∆Hreaksi = ∑∆Hof produk - ∑∆Hof reaktan
TABEL ENTALPI PEMBENTUKAN BEBERAPA ZAT
Zat
|
D
|
Zat
|
D
|
H2(g)
|
0
|
C2H4(g)
|
+ 52,5
|
O2(g)
|
0
|
CCl4(g)
|
- 96,0
|
C(s)
|
0
|
NH3(g)
|
- 45,9
|
H2O(g)
|
- 241,8
|
NO2(g)
|
+ 33,2
|
H2O(l)
|
- 285,8
|
SO2(g)
|
- 296,8
|
CO2(g)
|
- 393,5
|
HCl(g)
|
- 92,3
|
CO(g)
|
-110,5
|
NO(g)
|
+ 90,3
|
Contoh Soal :
Dari tabel entalpi pembentukan diatas, tentukan :
a. ∆H reaksi pembakaran C2H4 !
b. Tentukan jumlah kalor yang dibebaskan pada pembakaran 56 g gas C2H4
a. Reaksi pembakaran C2H4
C2H4(g) + 3 O2(g)→2CO2(g) + 2H2O(l)
∆H reaksi = ∆Hof hasil reaksi - ∆Hof pereaksi
= ( 2. ∆Hof CO2 + 2. .∆Hof H2O ) – ( 1. ∆HofC2H4 + 3. ∆Hof O2)
= ( 2 . -393,5 + 2. -285,8 ) – ( 1. 52,5 + 3. 0 )
= -787 – 571,6 + 52,5
= - 1306,1 kJ/mol
b. Mr C2H4 = (2x12) + (4x1) = 28
Mol C2H4 = 56/28 = 2 mol
∆H pembakaran 2 mol C2H4 = 2 mol x ( -1306,1 kJ/mol )
= -2612,2 kJ
Jadi pada pembakaran 56 gram gas C2H4 dibebaskan kalor sebesar
2612,2 kJ
4. Penentuan ∆H Reaksi Dari Energi Ikatan
Reaksi kimia antarmolekul dapat dianggap berlangsung dalam 2 tahap
yaitu :
I. Pemutusan ikatan pada pereaksi
II.Pembentukan ikatan pada produk
Misal, pada reaksi antara gas klorin dengan gas hidrogen membentuk gas
hidrogen klorida dapat digambarkan sebagai berikut :

∆H tahap-I = ∑ Energi ikatan pada pereaksi (yang putus)
∆H tahap-II = -∑ Energi ikatan pada produk (yang terbentuk).
∆H reaksi = ∑ Energi ikatan pereaksi yang putus - ∑ Energi ikatan produk yang terbentuk
= ∑ Eruas kiri - ∑ Eruas kanan
TABEL ENERGI IKATAN
Ikatan
|
E (kJ/mol)
|
Ikatan
|
E (kJ/mol)
|
H-H
|
436
|
O=O
|
498
|
H-C
|
415
|
C≡N
|
891
|
H-N
|
390
|
F-F
|
160
|
C-C
|
345
|
Cl-Cl
|
243
|
C≡C
|
837
|
H-Cl
|
432
|
C-O
|
350
|
C=C
|
611
|
C=O
|
741
|
I-I
|
150
|
C-Cl
|
330
|
N=N
|
418
|
O-H
|
450
|
C-F
|
485
|
Penyelesaian :
........H
.........l
H – C – O-H +1 ½ O=O → O=C=O +2H-O-H
........l
.......H
∆H reaksi = ∑Epemutusan -∑Epembentukan
= { (3.Ec-H)+( 1.EO-H) +(1.EC-O)+ (1 ½ EO=O)} – {(2.EC=O)
+(4.EO-H)}
= {(3.415)+(1.460)+(1.350)+1 ½.498)} –{(2.741)+(4.460)}
= 2802-3322
= -520 kJ/mol
KIMIA
3. Penentuan ∆H Reaksi Berdasarkan Data Perubahan Entalpi
Pembentukan Standar ( ∆Hof )
Cara lain perhitungan entalpi reaksi yaitu berdasarkan entalpi pembentukan standar( ∆Hof ) zat-zat yang ada pada reaksi tersebut.
Contoh Soal :
Dari tabel entalpi pembentukan diatas, tentukan :
a. ∆H reaksi pembakaran C2H4 !
b. Tentukan jumlah kalor yang dibebaskan pada pembakaran 56 g gas C2H4
a. Reaksi pembakaran C2H4
C2H4(g) + 3 O2(g)→2CO2(g) + 2H2O(l)
∆H reaksi = ∆Hof hasil reaksi - ∆Hof pereaksi
= ( 2. ∆Hof CO2 + 2. .∆Hof H2O ) – ( 1. ∆HofC2H4 + 3. ∆Hof O2)
= ( 2 . -393,5 + 2. -285,8 ) – ( 1. 52,5 + 3. 0 )
= -787 – 571,6 + 52,5
= - 1306,1 kJ/mol
b. Mr C2H4 = (2x12) + (4x1) = 28
Mol C2H4 = 56/28 = 2 mol
∆H pembakaran 2 mol C2H4 = 2 mol x ( -1306,1 kJ/mol )
= -2612,2 kJ
Jadi pada pembakaran 56 gram gas C2H4 dibebaskan kalor sebesar
2612,2 kJ
4. Penentuan ∆H Reaksi Dari Energi Ikatan
Reaksi kimia antarmolekul dapat dianggap berlangsung dalam 2 tahap
yaitu :
I. Pemutusan ikatan pada pereaksi
II.Pembentukan ikatan pada produk
Misal, pada reaksi antara gas klorin dengan gas hidrogen membentuk gas
hidrogen klorida dapat digambarkan sebagai berikut :
Sesuai dengan hukum Hess, ∆H reaksi total adalah ∆H tahap-I + ∆H tahap-II.
∆H tahap-I = ∑ Energi ikatan pada pereaksi (yang putus)
∆H tahap-II = -∑ Energi ikatan pada produk (yang terbentuk).
∆H reaksi = ∑ Energi ikatan pereaksi yang putus - ∑ Energi ikatan produk yang terbentuk
= ∑ Eruas kiri - ∑ Eruas kanan
TABEL ENERGI IKATAN
Penyelesaian :
........H
.........l
H – C – O-H +1 ½ O=O → O=C=O +2H-O-H
........l
.......H
∆H reaksi = ∑Epemutusan -∑Epembentukan
Pembentukan Standar ( ∆Hof )
Cara lain perhitungan entalpi reaksi yaitu berdasarkan entalpi pembentukan standar( ∆Hof ) zat-zat yang ada pada reaksi tersebut.
∆Hreaksi = ∑∆Hof produk - ∑∆Hof reaktan
TABEL ENTALPI PEMBENTUKAN BEBERAPA ZAT
Zat
|
D
|
Zat
|
D
|
H2(g)
|
0
|
C2H4(g)
|
+ 52,5
|
O2(g)
|
0
|
CCl4(g)
|
- 96,0
|
C(s)
|
0
|
NH3(g)
|
- 45,9
|
H2O(g)
|
- 241,8
|
NO2(g)
|
+ 33,2
|
H2O(l)
|
- 285,8
|
SO2(g)
|
- 296,8
|
CO2(g)
|
- 393,5
|
HCl(g)
|
- 92,3
|
CO(g)
|
-110,5
|
NO(g)
|
+ 90,3
|
Contoh Soal :
Dari tabel entalpi pembentukan diatas, tentukan :
a. ∆H reaksi pembakaran C2H4 !
b. Tentukan jumlah kalor yang dibebaskan pada pembakaran 56 g gas C2H4
a. Reaksi pembakaran C2H4
C2H4(g) + 3 O2(g)→2CO2(g) + 2H2O(l)
∆H reaksi = ∆Hof hasil reaksi - ∆Hof pereaksi
= ( 2. ∆Hof CO2 + 2. .∆Hof H2O ) – ( 1. ∆HofC2H4 + 3. ∆Hof O2)
= ( 2 . -393,5 + 2. -285,8 ) – ( 1. 52,5 + 3. 0 )
= -787 – 571,6 + 52,5
= - 1306,1 kJ/mol
b. Mr C2H4 = (2x12) + (4x1) = 28
Mol C2H4 = 56/28 = 2 mol
∆H pembakaran 2 mol C2H4 = 2 mol x ( -1306,1 kJ/mol )
= -2612,2 kJ
Jadi pada pembakaran 56 gram gas C2H4 dibebaskan kalor sebesar
2612,2 kJ
4. Penentuan ∆H Reaksi Dari Energi Ikatan
Reaksi kimia antarmolekul dapat dianggap berlangsung dalam 2 tahap
yaitu :
I. Pemutusan ikatan pada pereaksi
II.Pembentukan ikatan pada produk
Misal, pada reaksi antara gas klorin dengan gas hidrogen membentuk gas
hidrogen klorida dapat digambarkan sebagai berikut :

∆H tahap-I = ∑ Energi ikatan pada pereaksi (yang putus)
∆H tahap-II = -∑ Energi ikatan pada produk (yang terbentuk).
∆H reaksi = ∑ Energi ikatan pereaksi yang putus - ∑ Energi ikatan produk yang terbentuk
= ∑ Eruas kiri - ∑ Eruas kanan
TABEL ENERGI IKATAN
Ikatan
|
E (kJ/mol)
|
Ikatan
|
E (kJ/mol)
|
H-H
|
436
|
O=O
|
498
|
H-C
|
415
|
C≡N
|
891
|
H-N
|
390
|
F-F
|
160
|
C-C
|
345
|
Cl-Cl
|
243
|
C≡C
|
837
|
H-Cl
|
432
|
C-O
|
350
|
C=C
|
611
|
C=O
|
741
|
I-I
|
150
|
C-Cl
|
330
|
N=N
|
418
|
O-H
|
450
|
C-F
|
485
|
Penyelesaian :
........H
.........l
H – C – O-H +1 ½ O=O → O=C=O +2H-O-H
........l
.......H
∆H reaksi = ∑Epemutusan -∑Epembentukan
= { (3.Ec-H)+( 1.EO-H) +(1.EC-O)+ (1 ½ EO=O)} – {(2.EC=O)
+(4.EO-H)}
= {(3.415)+(1.460)+(1.350)+1 ½.498)} –{(2.741)+(4.460)}
= 2802-3322
= -520 kJ/mol
TEHNIK PENGAMBILAN GAMBAR
Kamera video adalah perangkat kamera yang digunakan
untuk mengabil gambar bergerak dan menyimpannya pada media tertentu, dimana
kemudian akan dilakukan proses pengolahan.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan
perangkat kamera. Sebelum melakukan shooting ada baiknya jika seorang juru kamera
persiapan-persiapan sebagai berikut:
§ Penguasaan terhadap perangkat kamera yang akan digunakan.
Sebaiknya mengikuti aturan penggunaan yang tertulis pada manual book. Pahami
kelebihan dan kekurangannya.
§ Setelah paham dengan seluk beluk kamera, pahami juga adegan
apa dan teknik yang bagaimana yang diinginkan.
§ Membuat breakdown peralatan yang akan digunakan seperti baterai,
mikrofon, kabel extension, dll.
§ Pastikan baterai dalam kondisi prima dan penuh, dan semua
fasilitas di kamera berjalan dengan baik.
Dalam kegiatan produksi video/ film, terdapat banyak jenis
kamera yang digunakan. Pembagian jenis kamera video/ film dibedakan atas media
yang digunakan untuk menyimpan data (gambar & suara) yang telah diambil.
Seperti halnya pada fotografi, gambar yang telah diambil
disimpan pada gulungan film. Namun pada kamera jenis ini, disamping gulungan
film juga terdapat pita magnetik untuk menyimpan data suara. Dalam 1 detik
pengambilan gambar, dibutuhkan sekitar 30 frame film. Adapun jenis film yang
digunakan adalah film positif (slide), dimana untuk melihat isinya harus dicuci
terlebih dulu di laboratorium film dan diproyeksikan dengan menggunakan
proyektor khusus.
Jenis Kamera Video
1) Berdasarkan Format
Jenis Kamera Video
1) Berdasarkan Format
·
Analog
·
Digital
2) Berdasarkan Media Rekam
·
Betamax
·
VHS
·
8mm
·
VHS-C
·
DV(Digital Video)
·
Mini DV
·
Betacam
·
Memori stick
·
Mini Disc
Tahapan Memaksimalkan Penggunaan Kamera Video
Kenali dan Pahami Kamera
Video
Semua alat yang akan digunakan harus benar –
benar dikuasai supaya meminimalisasikan kesalahan pengambilan gambar nantinya.
Rekaman Video yang Layak
Dilihat dan DisimpanRekaman video dikatakan layak untuk dilihat dan
disimpan jika memenuhi 4 syarat : cukup
pencahayaan, fokus, stabil dan cukup durasi.Rekaman Video yang Layak Dinikmati
Rekaman video yang layak dinikmati harus memenuhi
kaidah – kaidah sebagai berikut:
§ Balance, Framing, Compositions : Horizontal Lines,
Vertical Lines, Thirds Ratio, Diagonal Lines, Triangle, Perspective, Looking
Room, Walking Room, Head Room, Golden Mean, Background, Foreground.
§ Frame Cutting Points : Extreme Close Up, Big Close Up,
Close Up, Medium Close Up, Medium Shot, Medium Long Song, Long Shot, Extreme
Long Shot.
§ Other Types Of Shot : 2 Shot, 3 Shot, Group Shot, Over
Shoulder Shot, Establishing Shot.
§ Camera Movement : Panning ( Left, Right, Up, Down ),
Tracking ( In, Out, Follow, Revolve ), Truck ( Left, Right ), Zooming ( In, Out
)
§ Camera Angle # 1 : Normal Angle, Low Angle, High Angle
§ Camera Angle # 2 : Objective Camera, Subjective Camera
§ Shot By Camera Positions : Face Shot, ¾ Shot, Profile
Shot, Over Shoulder Shot
§ Shooting Rules : Jump Cut, Crossing The Line, Continuity
Rekaman Video yang Selesai
dan Layak Tonton
Sebuah karya videografi yang selesai dan siap
ditonton umumnya melewati tahap-tahap berikut ini:
1.
Pra Produksi : Proses perencanaan dan
persiapan produksi sesuai dengan kebutuhan, tujuan dan khalayak sasaran yang
dituju. Meliputi persiapan fasilitas dan teknik produksi, mekanisme operasional
dan desain kreatif ( riset, penulisan outline, skenario, storyboard, dsb.).
2.
Produksi : Proses pengambilan gambar di
lapangan (shooting).
3.
Pasca Produksi : Proses penyuntingan di
ruang editing, memadukan hasil rekaman video dengan berbagai elemen audio
visual lainnya.
4.
Presentasi : Menyajikan hasil penyuntingan (editing) dalam format siap tonton (kaset, VCD, DVD,
dsb.)
5.
Distribusi : Penyebarluasan karya videografi
(screening,
penjualan, broadcasting, webcasting, dsb.).
Ada enam control dasar pada
kamera,yaitu:
1. Exposure (Aperture, Shutter Speed, ND Filter, Gain)
2. Filter Colour
3. White Balance
4. Zoom
5. Focus
6. Audio Levels
1. Exposure :
Eksposure secara sederhana dapat saya artikan sebagai pencahayaan kamera. Untuk mendapatkan gambar yang normal, tidak gelap (under exposure) dan tidak sangat terang (over exposure) harus diperhatikan:
*Aperture (diafragma)
Di kamera televisi disebut juga Iris, yaitu sejumlah lembaran metal tipis yang disusun sedemikian rupa sehingga bisa dibuka dan ditutup untuk mengatur banyaknya sinar yang masuk ke lensa kamera. Iris seperti pupil mata kita yang bisa membesar dan mengecil sesuai cahaya yang masuk. Bila Iris dibuka selebar mungkin, lensa mengirim sinar maksimum de dalam kamera, sebaliknya kalau bukaan iris dikurangi lubang diafragma akan menyempit, sehingga sinar yang masuk ke kamera jadi sedikit. Bukaan diafragma diukur dalam satuan f-stop: f/1.4 – f/22. lebih kecil nomor f-stop = bukaan diafragma besar, lebih besar nomor f-stop = bukaan diafragma kecil. Pengaturan iris secara manual dapat dilakukan dengan memutar ring iris di lensa kamera.
*Shutter Speed
Biasanya shutter speed standar di kamera televisi 1/50. kecuali anda ingin menggunakan efek shutter atau untuk mensinkronkan dengan objek, baru Shutter Speed di posisi ON untuk selanjutnya bisa kita pilih sesuai tujuan kita.
*ND Filter
Filter ND (Neutral Density) berfungsi untuk mengurangi intensitas sinar yang terlalu kuat tanpa mempengaruhi kualitas warna cahaya. Filter ini digunakan bila kondisi cahaya terlalu keras, seperti tengah hari yang terik.
*Gain
Kebalikan dari ND filter, Gain berfungsi apabila pengambilan gambar dalam keadaan kurang cahaya, yang apabila dengan keadaan normal dengan bukaan f-stop maksimal (f/1.4) masih under exposure. Dengan Gain kita bisa mengangkat exposure secara digital, konsekuensinya gambar menjadi agak coral (pecah).
2. Filter Colour :
Berfungsi untuk mengubah atau mencocokkan cahaya yang masuk ke dalam kamera. Umumnya kamera video memiliki dua buah filter koreksi warna. Untuk shoting di dalam ruangan dengan cahaya lampu tungsten (kemerahan) kita pasang filter 3200ºK dan untuk shoting dengan penerangan cahaya matahari kita gunakan filter 5600ºK.
Cahaya matahari banyak mengandung warna biru. Kalau kita memasang filter no.2 (5600ºK) untuk matahari, sebenarnya kita memasang filter berwarna oranye untuk mengimbangi warna biru pada matahari. Cahaya lampu bohlam lebih mengandung warna merah, maka kita pasang filter no.1 (3200ºK) yang berwarna kebiru-biruan.
Sumber cahaya yang lebih tinggi intensitas sinarnya mengandung warna biru, sumber cahaya yang intensitas sinarnya rendah lebih mengandung warna merah. Perbedaan warna cahaya ini tergantung pada suhu dan diukur dengan derajad Kelvin.
3. White Balance :
Intensitas cahaya berbeda-beda pada saat yang berbeda dan tempat berbeda dalam sehari. Cahaya matahari di luar (daylight) mempunyai suhu kurang lebih 5600ºK, cahaya bohlam di dalam ruangan mempunyai suhu kurang lebih 3200ºK, cahaya lampu TL mempunyai suhu antara 5000ºK-6000ºK. karena intensitas cahaya sangat berbeda maka filter koreksi warna tidak bisa menghasilkan warna putih yang tepat. Maka dari itu kamera video juga dilengkapi dengan tombol untuk menyetel white balance. Cara termudah untuk white balance adalah dengan mengarahkan kamera terhadap benda putih apa saja yang berada dalam kondisi cahaya yang sama dengan cahaya yang kita pergunakan untuk merekam adegan.
Cara menyetel white balance:
Pertama cocokkan filter koreksi warna dengan kondisi cahaya yang kita pakai shoting.
Arahkan kamera terhadap benda putih apa saja
Kamera di zoom sampai yang terlihat di viewfinder hanya warna putih
Tekan tombol AWB (Auto White Balance)
Kamera siap untuk merekam.
Catatan: kamera harus di white balance lagi apabila keadaan cahaya berubah.
Bagi para cameraman profesional sering juga melakukan white balance dengan cara manual yaitu dengan mengatur Colour Temperature pada menu di kamera.
4. Zoom :
Zooming adalah gerakan lensa zoom mendekati atau menjauhi objek secara optik, dengan mengubah panjang fokal lensa dari sudut pandang sempit (telephoto) ke sudut lebar (wide angle).
Zoom in : mendekatkan objek dari long shot ke close up
Zoom out : menjauhkan objek dari close up ke long shot.
Zooming bisa dilakukan dengan dua cara yaitu :
- Manual : dengan memutar ring zoom pada lensa
- Servo : Biasanya tombol zoom servo ada pada handle camera sehingga terjangkau jari pada waktu mengoperasikan kamera
5. FOKUS :
Fokus adalah pengaturan lensa yang tepat untuk jarak tertentu. Gambar dikatakan fokus apabila proyeksi gambar yang dihasilkan oleh lensa jatuh di permukaan tabung atau CCD jelas dan tajam. Sehingga nampak juga di viewfinder dan monitor.
depth of field atau bidang kedalaman adalah bidang dimana objek-objek di depan dan di belakang objek utama tampak dalam fokus.
Secara teknis, shot dengan bidang kedalaman yang luas memudahkan cameraman mengikuti gerakan objek. Bidang kedalaman yang sempit mengharuskan kita untuk terus menerus follow focus apabila kamera atau objek bergerak.
Secara estetis depth of field sangat berperan dalam menciptakan perspektif visual pada keseluruhan adegan (shot).
6. Audio Levels
Jangan abaikan audio level pada kamera karena selain kualitas gambar, kualitas audio juga tidak kalah pentingnya. Ingat Televisi adalah gabungan antara gambar dan suara. Ada gambar tanpa audio yang bagus akan sangat mengganggu pemirsa bahkan informasi yang akan disampaikan tidak sampai kepada penonton.
Atur audio level jangan sampai under ataupun over (peak).
1. Exposure (Aperture, Shutter Speed, ND Filter, Gain)
2. Filter Colour
3. White Balance
4. Zoom
5. Focus
6. Audio Levels
1. Exposure :
Eksposure secara sederhana dapat saya artikan sebagai pencahayaan kamera. Untuk mendapatkan gambar yang normal, tidak gelap (under exposure) dan tidak sangat terang (over exposure) harus diperhatikan:
*Aperture (diafragma)
Di kamera televisi disebut juga Iris, yaitu sejumlah lembaran metal tipis yang disusun sedemikian rupa sehingga bisa dibuka dan ditutup untuk mengatur banyaknya sinar yang masuk ke lensa kamera. Iris seperti pupil mata kita yang bisa membesar dan mengecil sesuai cahaya yang masuk. Bila Iris dibuka selebar mungkin, lensa mengirim sinar maksimum de dalam kamera, sebaliknya kalau bukaan iris dikurangi lubang diafragma akan menyempit, sehingga sinar yang masuk ke kamera jadi sedikit. Bukaan diafragma diukur dalam satuan f-stop: f/1.4 – f/22. lebih kecil nomor f-stop = bukaan diafragma besar, lebih besar nomor f-stop = bukaan diafragma kecil. Pengaturan iris secara manual dapat dilakukan dengan memutar ring iris di lensa kamera.
*Shutter Speed
Biasanya shutter speed standar di kamera televisi 1/50. kecuali anda ingin menggunakan efek shutter atau untuk mensinkronkan dengan objek, baru Shutter Speed di posisi ON untuk selanjutnya bisa kita pilih sesuai tujuan kita.
*ND Filter
Filter ND (Neutral Density) berfungsi untuk mengurangi intensitas sinar yang terlalu kuat tanpa mempengaruhi kualitas warna cahaya. Filter ini digunakan bila kondisi cahaya terlalu keras, seperti tengah hari yang terik.
*Gain
Kebalikan dari ND filter, Gain berfungsi apabila pengambilan gambar dalam keadaan kurang cahaya, yang apabila dengan keadaan normal dengan bukaan f-stop maksimal (f/1.4) masih under exposure. Dengan Gain kita bisa mengangkat exposure secara digital, konsekuensinya gambar menjadi agak coral (pecah).
2. Filter Colour :
Berfungsi untuk mengubah atau mencocokkan cahaya yang masuk ke dalam kamera. Umumnya kamera video memiliki dua buah filter koreksi warna. Untuk shoting di dalam ruangan dengan cahaya lampu tungsten (kemerahan) kita pasang filter 3200ºK dan untuk shoting dengan penerangan cahaya matahari kita gunakan filter 5600ºK.
Cahaya matahari banyak mengandung warna biru. Kalau kita memasang filter no.2 (5600ºK) untuk matahari, sebenarnya kita memasang filter berwarna oranye untuk mengimbangi warna biru pada matahari. Cahaya lampu bohlam lebih mengandung warna merah, maka kita pasang filter no.1 (3200ºK) yang berwarna kebiru-biruan.
Sumber cahaya yang lebih tinggi intensitas sinarnya mengandung warna biru, sumber cahaya yang intensitas sinarnya rendah lebih mengandung warna merah. Perbedaan warna cahaya ini tergantung pada suhu dan diukur dengan derajad Kelvin.
3. White Balance :
Intensitas cahaya berbeda-beda pada saat yang berbeda dan tempat berbeda dalam sehari. Cahaya matahari di luar (daylight) mempunyai suhu kurang lebih 5600ºK, cahaya bohlam di dalam ruangan mempunyai suhu kurang lebih 3200ºK, cahaya lampu TL mempunyai suhu antara 5000ºK-6000ºK. karena intensitas cahaya sangat berbeda maka filter koreksi warna tidak bisa menghasilkan warna putih yang tepat. Maka dari itu kamera video juga dilengkapi dengan tombol untuk menyetel white balance. Cara termudah untuk white balance adalah dengan mengarahkan kamera terhadap benda putih apa saja yang berada dalam kondisi cahaya yang sama dengan cahaya yang kita pergunakan untuk merekam adegan.
Cara menyetel white balance:
Pertama cocokkan filter koreksi warna dengan kondisi cahaya yang kita pakai shoting.
Arahkan kamera terhadap benda putih apa saja
Kamera di zoom sampai yang terlihat di viewfinder hanya warna putih
Tekan tombol AWB (Auto White Balance)
Kamera siap untuk merekam.
Catatan: kamera harus di white balance lagi apabila keadaan cahaya berubah.
Bagi para cameraman profesional sering juga melakukan white balance dengan cara manual yaitu dengan mengatur Colour Temperature pada menu di kamera.
4. Zoom :
Zooming adalah gerakan lensa zoom mendekati atau menjauhi objek secara optik, dengan mengubah panjang fokal lensa dari sudut pandang sempit (telephoto) ke sudut lebar (wide angle).
Zoom in : mendekatkan objek dari long shot ke close up
Zoom out : menjauhkan objek dari close up ke long shot.
Zooming bisa dilakukan dengan dua cara yaitu :
- Manual : dengan memutar ring zoom pada lensa
- Servo : Biasanya tombol zoom servo ada pada handle camera sehingga terjangkau jari pada waktu mengoperasikan kamera
5. FOKUS :
Fokus adalah pengaturan lensa yang tepat untuk jarak tertentu. Gambar dikatakan fokus apabila proyeksi gambar yang dihasilkan oleh lensa jatuh di permukaan tabung atau CCD jelas dan tajam. Sehingga nampak juga di viewfinder dan monitor.
depth of field atau bidang kedalaman adalah bidang dimana objek-objek di depan dan di belakang objek utama tampak dalam fokus.
Secara teknis, shot dengan bidang kedalaman yang luas memudahkan cameraman mengikuti gerakan objek. Bidang kedalaman yang sempit mengharuskan kita untuk terus menerus follow focus apabila kamera atau objek bergerak.
Secara estetis depth of field sangat berperan dalam menciptakan perspektif visual pada keseluruhan adegan (shot).
6. Audio Levels
Jangan abaikan audio level pada kamera karena selain kualitas gambar, kualitas audio juga tidak kalah pentingnya. Ingat Televisi adalah gabungan antara gambar dan suara. Ada gambar tanpa audio yang bagus akan sangat mengganggu pemirsa bahkan informasi yang akan disampaikan tidak sampai kepada penonton.
Atur audio level jangan sampai under ataupun over (peak).
Shot dasar:
1. ECU(EXTREME CLOSE UP)
Menampilkan gambar yang sangat detail
2. VCU(VERY CLOSE UP)
Permukaan wajah,jika yang di shot wajah manusia kepala bagian atas dan dagu sedikit terpotong
3. BCU(BIG CLOSE UP)
dari wajah hingga ke leher
4. CU(CLOSE UP)
Menampilkan seluruh permukaan wajah himgga sedikit ke bahu dan sedikit pada bagian dada
5. MCU(MEDIUM CLOSE UP)
Menampilkan seluruh permukaan wajah hingga pada bagian dada dengan patokan tangan pada bagian siku sedikit ke atas
6. MS(MEDIUM SHOT)
Hampir sama dengan MCU tapi pada MS siku sudah kelihatan hingga sedikit kebawah
7. THREE QUARTER SHOT
menampilkan badan hingga bagian lutut ke atas
8. FULL LENGHT SHOT
Menampilkan seluruh badan dan besrnya memenuhi layar / screen(fit to screen)
9. LONG SHOT
Menampilkan seluruh badan . Besar objek sekitar 1/3 sampai 3/4 dari lebar layar
Menampilkan gambar yang sangat detail
2. VCU(VERY CLOSE UP)
Permukaan wajah,jika yang di shot wajah manusia kepala bagian atas dan dagu sedikit terpotong
3. BCU(BIG CLOSE UP)
dari wajah hingga ke leher
4. CU(CLOSE UP)
Menampilkan seluruh permukaan wajah himgga sedikit ke bahu dan sedikit pada bagian dada
5. MCU(MEDIUM CLOSE UP)
Menampilkan seluruh permukaan wajah hingga pada bagian dada dengan patokan tangan pada bagian siku sedikit ke atas
6. MS(MEDIUM SHOT)
Hampir sama dengan MCU tapi pada MS siku sudah kelihatan hingga sedikit kebawah
7. THREE QUARTER SHOT
menampilkan badan hingga bagian lutut ke atas
8. FULL LENGHT SHOT
Menampilkan seluruh badan dan besrnya memenuhi layar / screen(fit to screen)
9. LONG SHOT
Menampilkan seluruh badan . Besar objek sekitar 1/3 sampai 3/4 dari lebar layar
Two Shot
Shot yang menampilkan dua orang/objek terlepas
dari jauh atau dekatnya pengambilan gambar.
OSS (Over Shoulder Shot)
Pengambilan gambar di mana kamera berada di
belakang bahu salah satu pelaku atau dibelakang objek yang membelakangi, dan
tampak di dalam frame. Sementara obyek utama tampak menghadap kamera dengan
latar depan bahu lawan main.POV (Point Of View)Kemera sebagai sudut pandang pelaku atau subjek gambar (sudut
pandang orang pertama).
SUDUT PENGAMBILAN KAMERA
1. High Angle
Posisi kamera lebih tinggi dari obyek yang
diambil.
2. Normal Angle (Eye level)
Posisi kamera sejajar dengan ketinggian mata
(titik pusat perhatian) obyek yang diambil.3. Low AnglePosisi kamera lebih
rendah dari obyek yang diambil.
GERAKAN KAMERA
Panning
Panning adalah gerakan kamera secara horizontal
(posisi kamera tetap di tempat) dari kiri ke kanan atau sebaliknya.
Pan right : gerak kamera mendatar dari kiri ke
kanan.
Pan left : gerak kamera mendatar dari kanan ke
kiri.
TiltingTilting adalah gerakan kamera secara vertikal (posisi kamera tetap di tempat) dari atas ke bawah atau sebaliknya.Tilt up : gerak kamera secara vertikal dari bawah ke atas.Tilt down : gerak kamera secara vertikal dari atas ke bawah.
TrackingTrack adalah gerakan kamera mendekati atau menjauhi obyek.Track in : gerak kamera mendekati obyekTrack out : gerak kamera menjauhi obyekFollowKamera mengikuti obyek bergerak searah
TiltingTilting adalah gerakan kamera secara vertikal (posisi kamera tetap di tempat) dari atas ke bawah atau sebaliknya.Tilt up : gerak kamera secara vertikal dari bawah ke atas.Tilt down : gerak kamera secara vertikal dari atas ke bawah.
TrackingTrack adalah gerakan kamera mendekati atau menjauhi obyek.Track in : gerak kamera mendekati obyekTrack out : gerak kamera menjauhi obyekFollowKamera mengikuti obyek bergerak searah
GARIS IMAGINER
Garis imaginer digunakan untuk memberi batas posisi kamera
dalam mengambil gambar agar tidak jumping dan menjaga kontinuitas gambar.
Gampangnya kita bayangkan garis lurus yang memisahkan kiri dan kanan. Apabila
kita meletakan kamera posisi di sebelah kanan, maka untuk pengambilan
berikutnya (apalagi jika kamera tidak hanya satu) juga harus mengambil dari
posisi sebelah kanan. Begitu juga sebaliknya.
ALAT PENDUKUNG KAMERA
- Tripod, penyangga kamera yang terdiri dari
tiga kaki.
- Monopod, penyangga kamera yang hanya
mempunyai satu kaki.
- Dolly, penopang kamera diatas roda yang bisa
digerakkan keberbagai arah, biasanya berjalan diatas rel dan mempunyai 4
roda.
- Cam Crane, alat penopang kamera berbentuk
pipa panjang yang disalah satu ujungnya diletakkan kamera dan ujung
lainnya diberi pemberat.
- Jimmy Jib, semacam Cam Crane yang diberi
remote head yang dikontrol oleh operator kamera.
- Filter, plastic atau kaca yang diletakkan
diatas lensa kamera untuk memberikan suasana tertentu.
Tips Merekam Video Dengan Sempurna
Jika memungkinkan, selalu pergunakanlah manual focus.
1.
Atur white
balance pada setiap perpindahan lokasi atau
pergantian sumber pencahayaan.
2.
Jika melakukan pengambilan gambar di luar ruangan
(outdoor shooting), posisikan matahari di belakang anda. Begitu juga sumber
pencahayaan lainnya.
3.
Gunakan tripod atau alat bantu lainnya.
4.
Dalam kondisi rekaman tanpa alat bantu (handhelds), pegang dan kendalikan kamera video Anda
sedemikian rupa agar hasil rekaman tetap stabil (andaikan sebagai secangkir
kopi panas).
5.
Gunakan zooming hanya untuk menata komposisi ambilan gambar. Hindari
penggunaannya pada saat merekam (rolling), kecuali jika ada maksud untuk tujuan tertentu atau memang
disengaja karena hasil rekaman akan diproses lebih lanjut (editing).
6.
Shoot to edit. Pastikan untuk memproses lebih lanjut setiap hasil rekaman
Anda (editing). Untuk itu, rekaman video harus diciptakan dan dipersiapkan
sedemikian rupa agar siap untuk diproses lebih lanjut (variasi dan kelengkapan gambar,
durasi setiap shot, menghindari fasilitas kamera yang tidak diperlukan, dsb.)
7.
Jaga durasi setiap shot. Jangan terlalu panjang dan monoton (tanpa
variasi), namun juga jangan terlalu pendek. Minimal antara 8 hingga 10 detik.
Tidak ada batas maksimal karena tergantung action yang direkam. Namun sebaik sudah mulai
merekam 3 hingga 5 detik sebelum action berlangsung. Berikan durasi yang sama setelah action berlangsung.
8.
Jaga setiap shot dalam kondisi steady tanpa pergerakan kamera, setidaknya selama
10 detik. Jika suatushot akan berisi pergerakan kamera, berikan awalan dan akhiran
dalam kondisi steady dengan durasi setidaknya 3 hingga 5 detik.
MENERAPKAN TEHNIK PENGAMBILAN GAMBAR
TEHNIK PENGAMBILAN GAMBAR
Kamera video adalah perangkat kamera yang digunakan
untuk mengabil gambar bergerak dan menyimpannya pada media tertentu, dimana
kemudian akan dilakukan proses pengolahan.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan
perangkat kamera. Sebelum melakukan shooting ada baiknya jika seorang juru kamera
persiapan-persiapan sebagai berikut:
§ Penguasaan terhadap perangkat kamera yang akan digunakan.
Sebaiknya mengikuti aturan penggunaan yang tertulis pada manual book. Pahami
kelebihan dan kekurangannya.
§ Setelah paham dengan seluk beluk kamera, pahami juga adegan
apa dan teknik yang bagaimana yang diinginkan.
§ Membuat breakdown peralatan yang akan digunakan seperti baterai,
mikrofon, kabel extension, dll.
§ Pastikan baterai dalam kondisi prima dan penuh, dan semua
fasilitas di kamera berjalan dengan baik.
Dalam kegiatan produksi video/ film, terdapat banyak jenis
kamera yang digunakan. Pembagian jenis kamera video/ film dibedakan atas media
yang digunakan untuk menyimpan data (gambar & suara) yang telah diambil.
Seperti halnya pada fotografi, gambar yang telah diambil
disimpan pada gulungan film. Namun pada kamera jenis ini, disamping gulungan
film juga terdapat pita magnetik untuk menyimpan data suara. Dalam 1 detik
pengambilan gambar, dibutuhkan sekitar 30 frame film. Adapun jenis film yang
digunakan adalah film positif (slide), dimana untuk melihat isinya harus dicuci
terlebih dulu di laboratorium film dan diproyeksikan dengan menggunakan
proyektor khusus.
Jenis Kamera Video
1) Berdasarkan Format
Jenis Kamera Video
1) Berdasarkan Format
·
Analog
·
Digital
2) Berdasarkan Media Rekam
·
Betamax
·
VHS
·
8mm
·
VHS-C
·
DV(Digital Video)
·
Mini DV
·
Betacam
·
Memori stick
·
Mini Disc
Tahapan Memaksimalkan Penggunaan Kamera Video
Kenali dan Pahami Kamera
Video
Semua alat yang akan digunakan harus benar –
benar dikuasai supaya meminimalisasikan kesalahan pengambilan gambar nantinya.
Rekaman Video yang Layak
Dilihat dan DisimpanRekaman video dikatakan layak untuk dilihat dan
disimpan jika memenuhi 4 syarat : cukup
pencahayaan, fokus, stabil dan cukup durasi.Rekaman Video yang Layak Dinikmati
Rekaman video yang layak dinikmati harus memenuhi
kaidah – kaidah sebagai berikut:
§ Balance, Framing, Compositions : Horizontal Lines,
Vertical Lines, Thirds Ratio, Diagonal Lines, Triangle, Perspective, Looking
Room, Walking Room, Head Room, Golden Mean, Background, Foreground.
§ Frame Cutting Points : Extreme Close Up, Big Close Up,
Close Up, Medium Close Up, Medium Shot, Medium Long Song, Long Shot, Extreme
Long Shot.
§ Other Types Of Shot : 2 Shot, 3 Shot, Group Shot, Over
Shoulder Shot, Establishing Shot.
§ Camera Movement : Panning ( Left, Right, Up, Down ),
Tracking ( In, Out, Follow, Revolve ), Truck ( Left, Right ), Zooming ( In, Out
)
§ Camera Angle # 1 : Normal Angle, Low Angle, High Angle
§ Camera Angle # 2 : Objective Camera, Subjective Camera
§ Shot By Camera Positions : Face Shot, ¾ Shot, Profile
Shot, Over Shoulder Shot
§ Shooting Rules : Jump Cut, Crossing The Line, Continuity
Rekaman Video yang Selesai
dan Layak Tonton
Sebuah karya videografi yang selesai dan siap
ditonton umumnya melewati tahap-tahap berikut ini:
1.
Pra Produksi : Proses perencanaan dan
persiapan produksi sesuai dengan kebutuhan, tujuan dan khalayak sasaran yang
dituju. Meliputi persiapan fasilitas dan teknik produksi, mekanisme operasional
dan desain kreatif ( riset, penulisan outline, skenario, storyboard, dsb.).
2.
Produksi : Proses pengambilan gambar di
lapangan (shooting).
3.
Pasca Produksi : Proses penyuntingan di
ruang editing, memadukan hasil rekaman video dengan berbagai elemen audio
visual lainnya.
4.
Presentasi : Menyajikan hasil penyuntingan (editing) dalam format siap tonton (kaset, VCD, DVD,
dsb.)
5.
Distribusi : Penyebarluasan karya videografi
(screening,
penjualan, broadcasting, webcasting, dsb.).
Ada enam control dasar pada
kamera,yaitu:
1. Exposure (Aperture, Shutter Speed, ND Filter, Gain)
2. Filter Colour
3. White Balance
4. Zoom
5. Focus
6. Audio Levels
1. Exposure :
Eksposure secara sederhana dapat saya artikan sebagai pencahayaan kamera. Untuk mendapatkan gambar yang normal, tidak gelap (under exposure) dan tidak sangat terang (over exposure) harus diperhatikan:
*Aperture (diafragma)
Di kamera televisi disebut juga Iris, yaitu sejumlah lembaran metal tipis yang disusun sedemikian rupa sehingga bisa dibuka dan ditutup untuk mengatur banyaknya sinar yang masuk ke lensa kamera. Iris seperti pupil mata kita yang bisa membesar dan mengecil sesuai cahaya yang masuk. Bila Iris dibuka selebar mungkin, lensa mengirim sinar maksimum de dalam kamera, sebaliknya kalau bukaan iris dikurangi lubang diafragma akan menyempit, sehingga sinar yang masuk ke kamera jadi sedikit. Bukaan diafragma diukur dalam satuan f-stop: f/1.4 – f/22. lebih kecil nomor f-stop = bukaan diafragma besar, lebih besar nomor f-stop = bukaan diafragma kecil. Pengaturan iris secara manual dapat dilakukan dengan memutar ring iris di lensa kamera.
*Shutter Speed
Biasanya shutter speed standar di kamera televisi 1/50. kecuali anda ingin menggunakan efek shutter atau untuk mensinkronkan dengan objek, baru Shutter Speed di posisi ON untuk selanjutnya bisa kita pilih sesuai tujuan kita.
*ND Filter
Filter ND (Neutral Density) berfungsi untuk mengurangi intensitas sinar yang terlalu kuat tanpa mempengaruhi kualitas warna cahaya. Filter ini digunakan bila kondisi cahaya terlalu keras, seperti tengah hari yang terik.
*Gain
Kebalikan dari ND filter, Gain berfungsi apabila pengambilan gambar dalam keadaan kurang cahaya, yang apabila dengan keadaan normal dengan bukaan f-stop maksimal (f/1.4) masih under exposure. Dengan Gain kita bisa mengangkat exposure secara digital, konsekuensinya gambar menjadi agak coral (pecah).
2. Filter Colour :
Berfungsi untuk mengubah atau mencocokkan cahaya yang masuk ke dalam kamera. Umumnya kamera video memiliki dua buah filter koreksi warna. Untuk shoting di dalam ruangan dengan cahaya lampu tungsten (kemerahan) kita pasang filter 3200ºK dan untuk shoting dengan penerangan cahaya matahari kita gunakan filter 5600ºK.
Cahaya matahari banyak mengandung warna biru. Kalau kita memasang filter no.2 (5600ºK) untuk matahari, sebenarnya kita memasang filter berwarna oranye untuk mengimbangi warna biru pada matahari. Cahaya lampu bohlam lebih mengandung warna merah, maka kita pasang filter no.1 (3200ºK) yang berwarna kebiru-biruan.
Sumber cahaya yang lebih tinggi intensitas sinarnya mengandung warna biru, sumber cahaya yang intensitas sinarnya rendah lebih mengandung warna merah. Perbedaan warna cahaya ini tergantung pada suhu dan diukur dengan derajad Kelvin.
3. White Balance :
Intensitas cahaya berbeda-beda pada saat yang berbeda dan tempat berbeda dalam sehari. Cahaya matahari di luar (daylight) mempunyai suhu kurang lebih 5600ºK, cahaya bohlam di dalam ruangan mempunyai suhu kurang lebih 3200ºK, cahaya lampu TL mempunyai suhu antara 5000ºK-6000ºK. karena intensitas cahaya sangat berbeda maka filter koreksi warna tidak bisa menghasilkan warna putih yang tepat. Maka dari itu kamera video juga dilengkapi dengan tombol untuk menyetel white balance. Cara termudah untuk white balance adalah dengan mengarahkan kamera terhadap benda putih apa saja yang berada dalam kondisi cahaya yang sama dengan cahaya yang kita pergunakan untuk merekam adegan.
Cara menyetel white balance:
Pertama cocokkan filter koreksi warna dengan kondisi cahaya yang kita pakai shoting.
Arahkan kamera terhadap benda putih apa saja
Kamera di zoom sampai yang terlihat di viewfinder hanya warna putih
Tekan tombol AWB (Auto White Balance)
Kamera siap untuk merekam.
Catatan: kamera harus di white balance lagi apabila keadaan cahaya berubah.
Bagi para cameraman profesional sering juga melakukan white balance dengan cara manual yaitu dengan mengatur Colour Temperature pada menu di kamera.
4. Zoom :
Zooming adalah gerakan lensa zoom mendekati atau menjauhi objek secara optik, dengan mengubah panjang fokal lensa dari sudut pandang sempit (telephoto) ke sudut lebar (wide angle).
Zoom in : mendekatkan objek dari long shot ke close up
Zoom out : menjauhkan objek dari close up ke long shot.
Zooming bisa dilakukan dengan dua cara yaitu :
- Manual : dengan memutar ring zoom pada lensa
- Servo : Biasanya tombol zoom servo ada pada handle camera sehingga terjangkau jari pada waktu mengoperasikan kamera
5. FOKUS :
Fokus adalah pengaturan lensa yang tepat untuk jarak tertentu. Gambar dikatakan fokus apabila proyeksi gambar yang dihasilkan oleh lensa jatuh di permukaan tabung atau CCD jelas dan tajam. Sehingga nampak juga di viewfinder dan monitor.
depth of field atau bidang kedalaman adalah bidang dimana objek-objek di depan dan di belakang objek utama tampak dalam fokus.
Secara teknis, shot dengan bidang kedalaman yang luas memudahkan cameraman mengikuti gerakan objek. Bidang kedalaman yang sempit mengharuskan kita untuk terus menerus follow focus apabila kamera atau objek bergerak.
Secara estetis depth of field sangat berperan dalam menciptakan perspektif visual pada keseluruhan adegan (shot).
6. Audio Levels
Jangan abaikan audio level pada kamera karena selain kualitas gambar, kualitas audio juga tidak kalah pentingnya. Ingat Televisi adalah gabungan antara gambar dan suara. Ada gambar tanpa audio yang bagus akan sangat mengganggu pemirsa bahkan informasi yang akan disampaikan tidak sampai kepada penonton.
Atur audio level jangan sampai under ataupun over (peak).
1. Exposure (Aperture, Shutter Speed, ND Filter, Gain)
2. Filter Colour
3. White Balance
4. Zoom
5. Focus
6. Audio Levels
1. Exposure :
Eksposure secara sederhana dapat saya artikan sebagai pencahayaan kamera. Untuk mendapatkan gambar yang normal, tidak gelap (under exposure) dan tidak sangat terang (over exposure) harus diperhatikan:
*Aperture (diafragma)
Di kamera televisi disebut juga Iris, yaitu sejumlah lembaran metal tipis yang disusun sedemikian rupa sehingga bisa dibuka dan ditutup untuk mengatur banyaknya sinar yang masuk ke lensa kamera. Iris seperti pupil mata kita yang bisa membesar dan mengecil sesuai cahaya yang masuk. Bila Iris dibuka selebar mungkin, lensa mengirim sinar maksimum de dalam kamera, sebaliknya kalau bukaan iris dikurangi lubang diafragma akan menyempit, sehingga sinar yang masuk ke kamera jadi sedikit. Bukaan diafragma diukur dalam satuan f-stop: f/1.4 – f/22. lebih kecil nomor f-stop = bukaan diafragma besar, lebih besar nomor f-stop = bukaan diafragma kecil. Pengaturan iris secara manual dapat dilakukan dengan memutar ring iris di lensa kamera.
*Shutter Speed
Biasanya shutter speed standar di kamera televisi 1/50. kecuali anda ingin menggunakan efek shutter atau untuk mensinkronkan dengan objek, baru Shutter Speed di posisi ON untuk selanjutnya bisa kita pilih sesuai tujuan kita.
*ND Filter
Filter ND (Neutral Density) berfungsi untuk mengurangi intensitas sinar yang terlalu kuat tanpa mempengaruhi kualitas warna cahaya. Filter ini digunakan bila kondisi cahaya terlalu keras, seperti tengah hari yang terik.
*Gain
Kebalikan dari ND filter, Gain berfungsi apabila pengambilan gambar dalam keadaan kurang cahaya, yang apabila dengan keadaan normal dengan bukaan f-stop maksimal (f/1.4) masih under exposure. Dengan Gain kita bisa mengangkat exposure secara digital, konsekuensinya gambar menjadi agak coral (pecah).
2. Filter Colour :
Berfungsi untuk mengubah atau mencocokkan cahaya yang masuk ke dalam kamera. Umumnya kamera video memiliki dua buah filter koreksi warna. Untuk shoting di dalam ruangan dengan cahaya lampu tungsten (kemerahan) kita pasang filter 3200ºK dan untuk shoting dengan penerangan cahaya matahari kita gunakan filter 5600ºK.
Cahaya matahari banyak mengandung warna biru. Kalau kita memasang filter no.2 (5600ºK) untuk matahari, sebenarnya kita memasang filter berwarna oranye untuk mengimbangi warna biru pada matahari. Cahaya lampu bohlam lebih mengandung warna merah, maka kita pasang filter no.1 (3200ºK) yang berwarna kebiru-biruan.
Sumber cahaya yang lebih tinggi intensitas sinarnya mengandung warna biru, sumber cahaya yang intensitas sinarnya rendah lebih mengandung warna merah. Perbedaan warna cahaya ini tergantung pada suhu dan diukur dengan derajad Kelvin.
3. White Balance :
Intensitas cahaya berbeda-beda pada saat yang berbeda dan tempat berbeda dalam sehari. Cahaya matahari di luar (daylight) mempunyai suhu kurang lebih 5600ºK, cahaya bohlam di dalam ruangan mempunyai suhu kurang lebih 3200ºK, cahaya lampu TL mempunyai suhu antara 5000ºK-6000ºK. karena intensitas cahaya sangat berbeda maka filter koreksi warna tidak bisa menghasilkan warna putih yang tepat. Maka dari itu kamera video juga dilengkapi dengan tombol untuk menyetel white balance. Cara termudah untuk white balance adalah dengan mengarahkan kamera terhadap benda putih apa saja yang berada dalam kondisi cahaya yang sama dengan cahaya yang kita pergunakan untuk merekam adegan.
Cara menyetel white balance:
Pertama cocokkan filter koreksi warna dengan kondisi cahaya yang kita pakai shoting.
Arahkan kamera terhadap benda putih apa saja
Kamera di zoom sampai yang terlihat di viewfinder hanya warna putih
Tekan tombol AWB (Auto White Balance)
Kamera siap untuk merekam.
Catatan: kamera harus di white balance lagi apabila keadaan cahaya berubah.
Bagi para cameraman profesional sering juga melakukan white balance dengan cara manual yaitu dengan mengatur Colour Temperature pada menu di kamera.
4. Zoom :
Zooming adalah gerakan lensa zoom mendekati atau menjauhi objek secara optik, dengan mengubah panjang fokal lensa dari sudut pandang sempit (telephoto) ke sudut lebar (wide angle).
Zoom in : mendekatkan objek dari long shot ke close up
Zoom out : menjauhkan objek dari close up ke long shot.
Zooming bisa dilakukan dengan dua cara yaitu :
- Manual : dengan memutar ring zoom pada lensa
- Servo : Biasanya tombol zoom servo ada pada handle camera sehingga terjangkau jari pada waktu mengoperasikan kamera
5. FOKUS :
Fokus adalah pengaturan lensa yang tepat untuk jarak tertentu. Gambar dikatakan fokus apabila proyeksi gambar yang dihasilkan oleh lensa jatuh di permukaan tabung atau CCD jelas dan tajam. Sehingga nampak juga di viewfinder dan monitor.
depth of field atau bidang kedalaman adalah bidang dimana objek-objek di depan dan di belakang objek utama tampak dalam fokus.
Secara teknis, shot dengan bidang kedalaman yang luas memudahkan cameraman mengikuti gerakan objek. Bidang kedalaman yang sempit mengharuskan kita untuk terus menerus follow focus apabila kamera atau objek bergerak.
Secara estetis depth of field sangat berperan dalam menciptakan perspektif visual pada keseluruhan adegan (shot).
6. Audio Levels
Jangan abaikan audio level pada kamera karena selain kualitas gambar, kualitas audio juga tidak kalah pentingnya. Ingat Televisi adalah gabungan antara gambar dan suara. Ada gambar tanpa audio yang bagus akan sangat mengganggu pemirsa bahkan informasi yang akan disampaikan tidak sampai kepada penonton.
Atur audio level jangan sampai under ataupun over (peak).
Shot dasar:
1. ECU(EXTREME CLOSE UP)
Menampilkan gambar yang sangat detail
2. VCU(VERY CLOSE UP)
Permukaan wajah,jika yang di shot wajah manusia kepala bagian atas dan dagu sedikit terpotong
3. BCU(BIG CLOSE UP)
dari wajah hingga ke leher
4. CU(CLOSE UP)
Menampilkan seluruh permukaan wajah himgga sedikit ke bahu dan sedikit pada bagian dada
5. MCU(MEDIUM CLOSE UP)
Menampilkan seluruh permukaan wajah hingga pada bagian dada dengan patokan tangan pada bagian siku sedikit ke atas
6. MS(MEDIUM SHOT)
Hampir sama dengan MCU tapi pada MS siku sudah kelihatan hingga sedikit kebawah
7. THREE QUARTER SHOT
menampilkan badan hingga bagian lutut ke atas
8. FULL LENGHT SHOT
Menampilkan seluruh badan dan besrnya memenuhi layar / screen(fit to screen)
9. LONG SHOT
Menampilkan seluruh badan . Besar objek sekitar 1/3 sampai 3/4 dari lebar layar
Menampilkan gambar yang sangat detail
2. VCU(VERY CLOSE UP)
Permukaan wajah,jika yang di shot wajah manusia kepala bagian atas dan dagu sedikit terpotong
3. BCU(BIG CLOSE UP)
dari wajah hingga ke leher
4. CU(CLOSE UP)
Menampilkan seluruh permukaan wajah himgga sedikit ke bahu dan sedikit pada bagian dada
5. MCU(MEDIUM CLOSE UP)
Menampilkan seluruh permukaan wajah hingga pada bagian dada dengan patokan tangan pada bagian siku sedikit ke atas
6. MS(MEDIUM SHOT)
Hampir sama dengan MCU tapi pada MS siku sudah kelihatan hingga sedikit kebawah
7. THREE QUARTER SHOT
menampilkan badan hingga bagian lutut ke atas
8. FULL LENGHT SHOT
Menampilkan seluruh badan dan besrnya memenuhi layar / screen(fit to screen)
9. LONG SHOT
Menampilkan seluruh badan . Besar objek sekitar 1/3 sampai 3/4 dari lebar layar
Two Shot
Shot yang menampilkan dua orang/objek terlepas
dari jauh atau dekatnya pengambilan gambar.
OSS (Over Shoulder Shot)
Pengambilan gambar di mana kamera berada di
belakang bahu salah satu pelaku atau dibelakang objek yang membelakangi, dan
tampak di dalam frame. Sementara obyek utama tampak menghadap kamera dengan
latar depan bahu lawan main.POV (Point Of View)Kemera sebagai sudut pandang pelaku atau subjek gambar (sudut
pandang orang pertama).
SUDUT PENGAMBILAN KAMERA
1. High Angle
Posisi kamera lebih tinggi dari obyek yang
diambil.
2. Normal Angle (Eye level)
Posisi kamera sejajar dengan ketinggian mata
(titik pusat perhatian) obyek yang diambil.3. Low AnglePosisi kamera lebih
rendah dari obyek yang diambil.
GERAKAN KAMERA
Panning
Panning adalah gerakan kamera secara horizontal
(posisi kamera tetap di tempat) dari kiri ke kanan atau sebaliknya.
Pan right : gerak kamera mendatar dari kiri ke
kanan.
Pan left : gerak kamera mendatar dari kanan ke
kiri.
TiltingTilting adalah gerakan kamera secara vertikal (posisi kamera tetap di tempat) dari atas ke bawah atau sebaliknya.Tilt up : gerak kamera secara vertikal dari bawah ke atas.Tilt down : gerak kamera secara vertikal dari atas ke bawah.
TrackingTrack adalah gerakan kamera mendekati atau menjauhi obyek.Track in : gerak kamera mendekati obyekTrack out : gerak kamera menjauhi obyekFollowKamera mengikuti obyek bergerak searah
TiltingTilting adalah gerakan kamera secara vertikal (posisi kamera tetap di tempat) dari atas ke bawah atau sebaliknya.Tilt up : gerak kamera secara vertikal dari bawah ke atas.Tilt down : gerak kamera secara vertikal dari atas ke bawah.
TrackingTrack adalah gerakan kamera mendekati atau menjauhi obyek.Track in : gerak kamera mendekati obyekTrack out : gerak kamera menjauhi obyekFollowKamera mengikuti obyek bergerak searah
GARIS IMAGINER
Garis imaginer digunakan untuk memberi batas posisi kamera
dalam mengambil gambar agar tidak jumping dan menjaga kontinuitas gambar.
Gampangnya kita bayangkan garis lurus yang memisahkan kiri dan kanan. Apabila
kita meletakan kamera posisi di sebelah kanan, maka untuk pengambilan
berikutnya (apalagi jika kamera tidak hanya satu) juga harus mengambil dari
posisi sebelah kanan. Begitu juga sebaliknya.
ALAT PENDUKUNG KAMERA
- Tripod, penyangga kamera yang terdiri dari
tiga kaki.
- Monopod, penyangga kamera yang hanya
mempunyai satu kaki.
- Dolly, penopang kamera diatas roda yang bisa
digerakkan keberbagai arah, biasanya berjalan diatas rel dan mempunyai 4
roda.
- Cam Crane, alat penopang kamera berbentuk
pipa panjang yang disalah satu ujungnya diletakkan kamera dan ujung
lainnya diberi pemberat.
- Jimmy Jib, semacam Cam Crane yang diberi
remote head yang dikontrol oleh operator kamera.
- Filter, plastic atau kaca yang diletakkan
diatas lensa kamera untuk memberikan suasana tertentu.
Tips Merekam Video Dengan Sempurna
Jika memungkinkan, selalu pergunakanlah manual focus.
1.
Atur white
balance pada setiap perpindahan lokasi atau
pergantian sumber pencahayaan.
2.
Jika melakukan pengambilan gambar di luar ruangan
(outdoor shooting), posisikan matahari di belakang anda. Begitu juga sumber
pencahayaan lainnya.
3.
Gunakan tripod atau alat bantu lainnya.
4.
Dalam kondisi rekaman tanpa alat bantu (handhelds), pegang dan kendalikan kamera video Anda
sedemikian rupa agar hasil rekaman tetap stabil (andaikan sebagai secangkir
kopi panas).
5.
Gunakan zooming hanya untuk menata komposisi ambilan gambar. Hindari
penggunaannya pada saat merekam (rolling), kecuali jika ada maksud untuk tujuan tertentu atau memang
disengaja karena hasil rekaman akan diproses lebih lanjut (editing).
6.
Shoot to edit. Pastikan untuk memproses lebih lanjut setiap hasil rekaman
Anda (editing). Untuk itu, rekaman video harus diciptakan dan dipersiapkan
sedemikian rupa agar siap untuk diproses lebih lanjut (variasi dan kelengkapan gambar,
durasi setiap shot, menghindari fasilitas kamera yang tidak diperlukan, dsb.)
7.
Jaga durasi setiap shot. Jangan terlalu panjang dan monoton (tanpa
variasi), namun juga jangan terlalu pendek. Minimal antara 8 hingga 10 detik.
Tidak ada batas maksimal karena tergantung action yang direkam. Namun sebaik sudah mulai
merekam 3 hingga 5 detik sebelum action berlangsung. Berikan durasi yang sama setelah action berlangsung.
8.
Jaga setiap shot dalam kondisi steady tanpa pergerakan kamera, setidaknya selama
10 detik. Jika suatushot akan berisi pergerakan kamera, berikan awalan dan akhiran
dalam kondisi steady dengan durasi setidaknya 3 hingga 5 detik.