What’s Hot

Merdeka.com - Dari 177 warga negara Indonesia yang ditahan pihak imigrasi Filipina karena memakai paspor negara itu untuk naik haji, sebanyak 168 WNI sudah bisa dipulangkan ke Indonesia.

Hal ini merupakan hasil pertemuan antara tim Kementerian Luar Negeri Indonesia dengan Kementerian Kehakiman Manila.

"Dari pertemuan pukul dua itu, hasilnya 168 sudah bisa diproses meninggalkan Manila untuk pulang ke Indonesia," ujar Menlu Retno kepada para awak media di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (31/8).

Sementara itu, mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda ini menjelaskan, sisa WNI yang berjumlah sembilan orang ditahan oleh pihak Filipina untuk proses investigasi lebih lanjut. Meski demikian, mereka diperbolehkan untuk tetap tinggal di fasilitas milik KBRI Manila.

"Yang sembilan untuk sementara tetap tinggal di Manila karena masih diperlukan beberapa informasi. Tapi bagusnya adalah selama proses pendalaman lebih lanjut di mana mereka perlu informasi dari sembilan WNI ini maka mereka diperbolehkan, diizinkan tinggal di fasilitas milik KBRI," sambung Menlu Retno.

Pemulangan segera 177 WNI ini diperintahkan langsung oleh Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Siang tadi, Duterte memerintahkan anak buahnya untuk segera memulangkan para WNI yang jadi korban kasus haji ilegal, hal tersebut tentunya menjadi kabar baik bagi Indonesia.

Para WNI tersebut hingga kini sudah berada di KBRI Manila. Mereka sudah mendapat bantuan seperti obat-obatan dan makanan.

168 WNI calon haji paspor Filipina boleh pulang, 9 masih ditahan

Merdeka.com - Dari 177 warga negara Indonesia yang ditahan pihak imigrasi Filipina karena memakai paspor negara itu untuk naik haji, sebanyak 168 WNI sudah bisa dipulangkan ke Indonesia.

Hal ini merupakan hasil pertemuan antara tim Kementerian Luar Negeri Indonesia dengan Kementerian Kehakiman Manila.

"Dari pertemuan pukul dua itu, hasilnya 168 sudah bisa diproses meninggalkan Manila untuk pulang ke Indonesia," ujar Menlu Retno kepada para awak media di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (31/8).

Sementara itu, mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda ini menjelaskan, sisa WNI yang berjumlah sembilan orang ditahan oleh pihak Filipina untuk proses investigasi lebih lanjut. Meski demikian, mereka diperbolehkan untuk tetap tinggal di fasilitas milik KBRI Manila.

"Yang sembilan untuk sementara tetap tinggal di Manila karena masih diperlukan beberapa informasi. Tapi bagusnya adalah selama proses pendalaman lebih lanjut di mana mereka perlu informasi dari sembilan WNI ini maka mereka diperbolehkan, diizinkan tinggal di fasilitas milik KBRI," sambung Menlu Retno.

Pemulangan segera 177 WNI ini diperintahkan langsung oleh Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Siang tadi, Duterte memerintahkan anak buahnya untuk segera memulangkan para WNI yang jadi korban kasus haji ilegal, hal tersebut tentunya menjadi kabar baik bagi Indonesia.

Para WNI tersebut hingga kini sudah berada di KBRI Manila. Mereka sudah mendapat bantuan seperti obat-obatan dan makanan.

Pada pertemuan kali ini kmi tidak mendapatkan materi akan tetapi kami melakukan speaking (berbicara) dan berdialog kepada teman sebangku kita di depan teman-teman. adapun dialog saya mengenai make appoitment( membuat janji).

BHS.INGGRIS

Pada pertemuan kali ini kmi tidak mendapatkan materi akan tetapi kami melakukan speaking (berbicara) dan berdialog kepada teman sebangku kita di depan teman-teman. adapun dialog saya mengenai make appoitment( membuat janji).

Pada hari ini kami tidak menerima materi akan tetapi tugas kami yang diperiksa oleh ibu guru kami. jumlah tugas kami yaitu ada 3 .

KWU

Pada hari ini kami tidak menerima materi akan tetapi tugas kami yang diperiksa oleh ibu guru kami. jumlah tugas kami yaitu ada 3 .



Merdeka.com - Aksi anarkis para demonstran Tolak Reklamasi Teluk Benoa di Bali beberapa waktu lalu, dinilai sebagai puncak dari sikap anarkis selama menggelar aksi. Akibat aksi bakar ban di sejumlah titik wilayah kota Denpasar dan Badung, berdampak buruk bagi Pariwisata Bali.

Karenanya dalam pertemuan para tokoh adat, agama dan masyarakat serta LSM dan Ormas, langsung diwarning oleh Kapolda Bali Irjen Sugeng Priyanto.

Pertemuan yang berlangsung hening di Polda Bali itu begitu tertutup. Hanya saja saat itu, Kapolda langsung mengeluarkan ultimatum kepada massa tolak reklamasi untuk tidak lagi membakar ban di jalan saat menggelar demonstrasi.

Menariknya, saat ucapan tegas tersebut dilontarkan Kapolda, pandangannya langsung tertuju kepada Koordinator Forum Masyarakat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBali) Wayan 'Gendo' Suardana.

"Lakukan dengan aksi yang damai, Bali ini santun. Apalagi DPRD sudah membuka pintu, silakan datang dan sampaikan aspirasi. Jadi, jangan bakar ban seperti pada hari Kamis tanggal 25 Agustus kemarin, kesannya Bali rusuh dan tidak aman. Jangan paksakan saya untuk melakukan tindakkan represif," tegas Sugeng, Kamis (31/8).

Kata dia, selama ini dirinya memantau pergerakan aksi tolak reklamasi di Bali. Bahkan hanya soal reklamasi Teluk Benoa saja yang diperjuangkan. Tidak hanya itu, gerakan tolak reklamasi Teluk Benoa di Bali yang sudah bergerak selama 4 tahun juga dipelajari orang nomor satu yang baru duduk di Polda Bali ini.

"Saya tahu aksi ini sudah berjalan empat tahun lamanya. Kok baru sekarang bikin kesan Bali ini tidak aman dengan bakar ban, hingga saya sampai ditelepon langsung oleh Kapolri," ungkap Hadi sedikit kesal.

Dan, untuk terakhir kalinya Jenderal bintang dua ini mengaku menegaskan serta mengancam bila sampai ada aksi demo bakar ban terulang kembali, maka jangan salahkan anggotanya melakukan tindakan pengamanan secara tegas.

"Saya meminta kedepannya tidak ada lagi alasan bakar-bakar ban di jalan dalam demo tolak reklamasi. Kalaupun tetap dilanggar, maka saya akan menggunakan kewenangan sesuai undang-undang," pungkasnya.

Sementara pada acara yang sama, Sugiwa Corry wakil ketua DPRD secara tegas mempersilakan demo. Namun, dia meminta pendemo tak paksa DPRD untuk menolak reklamasi.

"Silahkan demo ke Dewan, bawa kajiannya. Tp jangan memaksa DPRD menandatangani dukungan menolak reklamasi, karena itu kewenangan pusat" selanjutnya Corry juga menyampaikan

"Jumlah desa yang tolak reklamasi hanya 30-an sementara total desa adat di Bali ada 1.488 desa adat yang juga berhak untuk diam atau bersuara apakah itu sama atau tidak," tambah dia.

Sehari sebelumnya, protes terhadap aksi anarkis menolak reklamasi yang sudah dilakukan sejak 4 tahun lalu dianggap sudah mempengaruhi pendapatan para sopir sebagaimana yang disampaikan oleh Asosiasi Sopir Angkutan Pariwisata Bali, I Wayan Suata.

Kecaman serupa juga datang dari pengusaha-pengusaha travel yang sudah ikut bersusah payah mempromosikan wisata Bali ke manca negara, tetapi wisatawan asing yang sudah berencana berwisata ke Bali ternyata membatalkan kunjungannya hanya karena foto-foto Demo Anarkis di Bali yang tersebar melalui Sosial Media hingga ke luar negeri, sehingga berujung pada pembatalan 150 turis Jepang sebagaimana yang disampaikan Yusuf Martatama seorang pengusaha Travel di Jakarta.

Pendemo tolak reklamasi bakar ban, Kapolda Bali ditelepon Kapolri



Merdeka.com - Aksi anarkis para demonstran Tolak Reklamasi Teluk Benoa di Bali beberapa waktu lalu, dinilai sebagai puncak dari sikap anarkis selama menggelar aksi. Akibat aksi bakar ban di sejumlah titik wilayah kota Denpasar dan Badung, berdampak buruk bagi Pariwisata Bali.

Karenanya dalam pertemuan para tokoh adat, agama dan masyarakat serta LSM dan Ormas, langsung diwarning oleh Kapolda Bali Irjen Sugeng Priyanto.

Pertemuan yang berlangsung hening di Polda Bali itu begitu tertutup. Hanya saja saat itu, Kapolda langsung mengeluarkan ultimatum kepada massa tolak reklamasi untuk tidak lagi membakar ban di jalan saat menggelar demonstrasi.

Menariknya, saat ucapan tegas tersebut dilontarkan Kapolda, pandangannya langsung tertuju kepada Koordinator Forum Masyarakat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBali) Wayan 'Gendo' Suardana.

"Lakukan dengan aksi yang damai, Bali ini santun. Apalagi DPRD sudah membuka pintu, silakan datang dan sampaikan aspirasi. Jadi, jangan bakar ban seperti pada hari Kamis tanggal 25 Agustus kemarin, kesannya Bali rusuh dan tidak aman. Jangan paksakan saya untuk melakukan tindakkan represif," tegas Sugeng, Kamis (31/8).

Kata dia, selama ini dirinya memantau pergerakan aksi tolak reklamasi di Bali. Bahkan hanya soal reklamasi Teluk Benoa saja yang diperjuangkan. Tidak hanya itu, gerakan tolak reklamasi Teluk Benoa di Bali yang sudah bergerak selama 4 tahun juga dipelajari orang nomor satu yang baru duduk di Polda Bali ini.

"Saya tahu aksi ini sudah berjalan empat tahun lamanya. Kok baru sekarang bikin kesan Bali ini tidak aman dengan bakar ban, hingga saya sampai ditelepon langsung oleh Kapolri," ungkap Hadi sedikit kesal.

Dan, untuk terakhir kalinya Jenderal bintang dua ini mengaku menegaskan serta mengancam bila sampai ada aksi demo bakar ban terulang kembali, maka jangan salahkan anggotanya melakukan tindakan pengamanan secara tegas.

"Saya meminta kedepannya tidak ada lagi alasan bakar-bakar ban di jalan dalam demo tolak reklamasi. Kalaupun tetap dilanggar, maka saya akan menggunakan kewenangan sesuai undang-undang," pungkasnya.

Sementara pada acara yang sama, Sugiwa Corry wakil ketua DPRD secara tegas mempersilakan demo. Namun, dia meminta pendemo tak paksa DPRD untuk menolak reklamasi.

"Silahkan demo ke Dewan, bawa kajiannya. Tp jangan memaksa DPRD menandatangani dukungan menolak reklamasi, karena itu kewenangan pusat" selanjutnya Corry juga menyampaikan

"Jumlah desa yang tolak reklamasi hanya 30-an sementara total desa adat di Bali ada 1.488 desa adat yang juga berhak untuk diam atau bersuara apakah itu sama atau tidak," tambah dia.

Sehari sebelumnya, protes terhadap aksi anarkis menolak reklamasi yang sudah dilakukan sejak 4 tahun lalu dianggap sudah mempengaruhi pendapatan para sopir sebagaimana yang disampaikan oleh Asosiasi Sopir Angkutan Pariwisata Bali, I Wayan Suata.

Kecaman serupa juga datang dari pengusaha-pengusaha travel yang sudah ikut bersusah payah mempromosikan wisata Bali ke manca negara, tetapi wisatawan asing yang sudah berencana berwisata ke Bali ternyata membatalkan kunjungannya hanya karena foto-foto Demo Anarkis di Bali yang tersebar melalui Sosial Media hingga ke luar negeri, sehingga berujung pada pembatalan 150 turis Jepang sebagaimana yang disampaikan Yusuf Martatama seorang pengusaha Travel di Jakarta.

Pada hari ini kami diberikan materi tentang koevisien variasi (KV). kemudian kami membahas prediksi kenaikan materi ujian nasional pada tahun 2010-2015. setelah itu kami lanjut pada materi tentang peluang.

MATEMATIKA

Pada hari ini kami diberikan materi tentang koevisien variasi (KV). kemudian kami membahas prediksi kenaikan materi ujian nasional pada tahun 2010-2015. setelah itu kami lanjut pada materi tentang peluang.


Mereka dihadirkan untuk menjadi saksi dalam sidang kasus suap reklamasi Pantai Utara Jakarta.


Empat orang saksi yang dihadirkan yakni Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah (kedua kanan), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah DKI Jakarta Tuti Kusumawati (kiri), Asisten Pembangunan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta Gamal Sinurat (kedua kiri) dan Kepala Biro Tata Kota dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta Vera Revina Sari (kanan) duduk di kursi persidangan saat akan memberikan keterangan dalam sidang terdakwa Mohamad Sanusi atas kasus suap Raperda reklamasi dan tindak pidana pencucian uang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (31/8).    

Empat pejabat penting DKI bersaksi di sidang terdakwa Sanusi


Mereka dihadirkan untuk menjadi saksi dalam sidang kasus suap reklamasi Pantai Utara Jakarta.


Empat orang saksi yang dihadirkan yakni Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah (kedua kanan), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah DKI Jakarta Tuti Kusumawati (kiri), Asisten Pembangunan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta Gamal Sinurat (kedua kiri) dan Kepala Biro Tata Kota dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta Vera Revina Sari (kanan) duduk di kursi persidangan saat akan memberikan keterangan dalam sidang terdakwa Mohamad Sanusi atas kasus suap Raperda reklamasi dan tindak pidana pencucian uang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (31/8).    

Merdeka.com - Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Mantan Wali Kota Surabaya Arif Afandi sama-sama menilai, Sulistina Sutomo, istri Pahlawan Nasional Bung Tomo adalah sosok perempuan yang kuat. Sulistina Sutomo juga seorang pejuang berjiwa besar, dan berani. Sama seperti halnya dengan mendiang suaminya Bung Tomo, yang berani berjuang demi kemerdekaan bangsa.

Seperti ikut perang melawan penjajah, untuk merebut kemerdekaan bersama mendiang suaminya Bung Tomo dan pejuang lainnya.

"Ibu Sulistina Sutomo ini adalah sosok putri pejuang, perempuan pejuang proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia dengan melawan penjajah," terang Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Rabu (31/8).

Sementara menurut mantan Wali Kota Surabaya Arif Afandi, Sulistina adalah perempuan yang berani. Hal itu dibuktikan saat muda ikut berperang melawan penjajah merebut kemerdekaan Indonesia. Terutama berperang melawan penjajah di saat merebut kemerdekaan di Surabaya 10 November.

"Jasanya tidak akan pernah dilupakan, khususnya warga Surabaya. Karena, beliau (Sulistina Sutomo) dan mendiang suaminya dengan gagah berani melawan tentara sekutu untuk merebut kemerdekaan bangsa di 10 November yang sekarang ini jadi hari Pahlawan," tandas Arif Afandi.

Saat tiba di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ngagel, Surabaya jenazah almarhummah Sulistina Sutomo disambut para Jenderal Bintang Dua.

Seperti Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Darwanto, Panglima Komando Daerah Militer V Brawijaya Mayor Jenderal I Made Sukadana, dan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Anton Setiadji.

Tidak hanya itu, para pejuang veteran juga ikut serta mendampingi, mulai dari Masjid Al-Akbar hingga di TPU. Mereka yang datang di TPU, memberikan salam hormat disaat selesai prosesi pemakaman almarhummah Sulistina Sutomo di TPU Ngagel.

Selain itu, mereka juga memberikan tabur bunga di atas tanah makam Sulistina Sutomo. Sedangkan anaknya, Bambang Sutomo juga terlihat ikut di prosesi pemakaman.

Ikut berjuang, jenazah istri Bung Tomo diantar para jenderal

Merdeka.com - Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Mantan Wali Kota Surabaya Arif Afandi sama-sama menilai, Sulistina Sutomo, istri Pahlawan Nasional Bung Tomo adalah sosok perempuan yang kuat. Sulistina Sutomo juga seorang pejuang berjiwa besar, dan berani. Sama seperti halnya dengan mendiang suaminya Bung Tomo, yang berani berjuang demi kemerdekaan bangsa.

Seperti ikut perang melawan penjajah, untuk merebut kemerdekaan bersama mendiang suaminya Bung Tomo dan pejuang lainnya.

"Ibu Sulistina Sutomo ini adalah sosok putri pejuang, perempuan pejuang proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia dengan melawan penjajah," terang Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Rabu (31/8).

Sementara menurut mantan Wali Kota Surabaya Arif Afandi, Sulistina adalah perempuan yang berani. Hal itu dibuktikan saat muda ikut berperang melawan penjajah merebut kemerdekaan Indonesia. Terutama berperang melawan penjajah di saat merebut kemerdekaan di Surabaya 10 November.

"Jasanya tidak akan pernah dilupakan, khususnya warga Surabaya. Karena, beliau (Sulistina Sutomo) dan mendiang suaminya dengan gagah berani melawan tentara sekutu untuk merebut kemerdekaan bangsa di 10 November yang sekarang ini jadi hari Pahlawan," tandas Arif Afandi.

Saat tiba di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ngagel, Surabaya jenazah almarhummah Sulistina Sutomo disambut para Jenderal Bintang Dua.

Seperti Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Darwanto, Panglima Komando Daerah Militer V Brawijaya Mayor Jenderal I Made Sukadana, dan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Anton Setiadji.

Tidak hanya itu, para pejuang veteran juga ikut serta mendampingi, mulai dari Masjid Al-Akbar hingga di TPU. Mereka yang datang di TPU, memberikan salam hormat disaat selesai prosesi pemakaman almarhummah Sulistina Sutomo di TPU Ngagel.

Selain itu, mereka juga memberikan tabur bunga di atas tanah makam Sulistina Sutomo. Sedangkan anaknya, Bambang Sutomo juga terlihat ikut di prosesi pemakaman.