What’s Hot

Pengertian pranata sosial

Pranata sosial dapat diartikan sebagai suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat kepada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompleks-kompleks khusus dalam kehidupan masyarakat. Pranata sosial merupakan suatu kebutuhan sosial. Di dalam pranata sosial terdapat seperangkat aturan yang berpedoman pada kebudayaan.

Oleh karena itu pranata sosial bersifat abstrakk karena merupakan seperangkat aturan.

Wujud dari pranata sosial adalah lembaga (institute). Meskipun demikian, pranata dan lembaga memiliki makna yang berbeda. Pranata merupakan sistem norma atau aturan-aturan yang mengenai suatu aktivitas masyarakat yang khusus, sedangkan lembaga atau institute adalah badan atau organisasi yang melaksanakan aktivitas itu.

Fungsi pranata sosial

Masyarakat memerlukan pranata sosial, karena pranata sosial memiliki fungsi sebagai berikut :
  1. Menjaga keutuhan masyarakat.
  2. Memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial (social control). Artinya sistem pengawasan masyarakat terhadap tingkah laku anggota-anggotanya.
  3. Memberikan pedoman kepada anggota masyarakat, bagaimana mereka harus bertingkah laku atau bersikap dalam menghadapai masalah-masalah yang timbul dalam masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan-kebutuhan.

Ciri-ciri pranata sosial

Ciri-ciri pranata sosial antara lain :
1.    Memiliki tingkat kekekalan tertentu
2.    Memiliki satu atau beberapa tujuan
3.    Memiliki tradisi tertulis ataupun tidak tertulis
4.    Memiliki lambang-lambang sebagai ciri khasnya
5.    Memiliki alat-alat perlengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan
6.    Merupakan suatu sistem pola-pola pemikiran dan pola perilaku yang terwujud melalui aktivits kemasyarakatan

Jenis-jenis pranata sosial

Dalam kehidupan masyarakat, tedapat lima jenis pranata sosial, yaitu pranata keluarga, agama, pendidikan, ekonomi dan politik. Berikut ini adalah penjelasan jenis pranata sosial.

Pranata keluarga

Keuarga batih atau keluarga inti terdiri dari ayah, ibi dan anak. Setiap keluarga mempunyai sekumpulan norma, aturan dan pedoman dalam bertingkah laku.
Pranata sosial keluarga memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Terbentuk melalui perkawinan.
  2. Keluarga mempunyai tempat tinggal atau rumah tangga.
  3. Keluarga mempunyai suatu sistem tata nama termasuk garis keturunan.
  4. Keluarga mempunyai fungsi ekonomi yang dibentuk oleh anggota-anggotanya dan berkemampuan untuk mempunyai keturunan dan membesarkan anak.
  5. Keluarga berbentuk rumah tangga yang berkaitan dengan hubungan perkawinan yang sengaja dibentuk dan dipelihara.

Fungsi utama keluarga adalah menjaga agar para anggota keluarganya tidak menyimpang dari pranata masyarakat luas keluarga.

Disamping itu, keluarga mempunyai fungsi antara lain sebagai berikut :
  1. Fungsi reproduksi, keluarga merupakan lembaga yang berfungsi untuk mempertahankan kelangsungan hidup manusia.
  2. Fungsi sosialisasi, keluarga merupakan lingkungan sosial pertama dalam membentuk kepribadian anak, sehingga keluarga merupakan lembaga anak yang sekaligus penentu masa depan anak dalam bersosialisasi.
  3. Fungsi afeksi, keluarga merupakan tempat untuk mendapat kasih sayang seorang anak yang pertama.
  4. Fungsi perlindungan, keluarga mempunyai fungsi untuk melindungi anggotanya baik secara psikis maupun fisik.
  5. Fungsi ekonomi, keluarga merupakan tempat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi bagi anggota keluarganya.

Pranata agama
Religi merupakan sistem terpadu antara keyakinan dan prkatik yang berkaitan dengan hal-hal suci yang dianggap tidak trejangkau. Religi memiliki unsur ajaran hakiki yaitu sebagai berikut:
  1. Transdental yaitu berada di luar jangkauan pengindraan manusia.
  2. Iman yaitu yang berada di dalam dunia
Penjabaran dua unsur tersebut terjadi dalam praktik ritual atau peribadatan, ajaran tentang keberadaan Tuhan dan bagaimana menjalin kehidupan dengan sesama makhluk hidup yang lain. Agama merupakan salah satu pranata sosial yang sangat penting hingga saat ini dalam mengatur kehidupan manusia.
Adapun fungsi-fungsi pokok pranata agama yaitu sebagai berikut :
a.    Membantu mencarikan identitas moral
b.    Meningktakan kualitas hidup kehidupan sosial
c.    Mengatur hubungan manusia dengan lingkungan alam
d.    Menjelaskan arah dan tujuan hidup manusia
Pranata pendidikan
Kata pendidikan berasal dari bahasa Latin, Educare yang berarti keluar. Pendidikan adalah proses membimbing manusia dari kegelapan menuju kecerdasan pengetahuan dari tidak tahu menjadi tahu. Pendidikan merupakan proses yang terjadi karena proses interaksi berbagai faktor  yang menghasilkan penyadaran diri dan penyadaran lingkungan sehingga menampilkan rasa percaya akan lingkungan.
Dari pengertian di atas, mengandung arti sebagai berikut :
  1. Proses pendidikan terjadi karena interaksi berbagai faktir seperti alam, kebudayaan, masyarakat, dan sebagainya.
  2. Pendidikan adalah suatu proses yang mengalami tahap perkembangan secara terus menerus.
a.    Sebagai pranata pemindahan warisan kebudayaan
b.    Mempersiapkan peranan sosial yang dikehendaki oleh individu
c.    Memberikan persiapan bagi peranan-peranan pekerjaan
d.    Memeprkuat penyesuaian diri dan mengembangkan diri serta pengembangan hubungan sosial
Pranata ekonomi
Pranata ekonomi adalah sistem norma atau kaidah yang mengatur tingkah laku individu dalam masyarakat guna memenuhi kebutuhan barang dan jasa.

Fungsi pranata ekonomi secara umum adalah sebagai berikut :
a.    Mengatur produksi barang dan jasa
b.    Mengatur distribusi barang dan jasa
c.    Mengatur konsumsi barang dan jasa
Pranata politik
Pranata politik adalah peraturan-peraturan untuk memelihara tata tertib, untuk mendamaikan pertentangan-pertentangan, dan untuk memilih pemimpin yang berwibawa. Pranata politik merupakan perangkat norma dan status yang mengkhususkan diri pada pelaksanaan dan wewenang. Dengan demikian pranata politik akan meliputi eksekutif, legislatif, yudikatif, militer dan partai politik.

Pranata politik memiliki beberapa fungsi penting, yaitu sebagai berikut :
a.    Menyelenggarakan pelayanan umum
b.    Melindungi warga negara
c.    Melembagakan norma melalui undang-undang.


IPS

Pengertian pranata sosial

Pranata sosial dapat diartikan sebagai suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat kepada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompleks-kompleks khusus dalam kehidupan masyarakat. Pranata sosial merupakan suatu kebutuhan sosial. Di dalam pranata sosial terdapat seperangkat aturan yang berpedoman pada kebudayaan.

Oleh karena itu pranata sosial bersifat abstrakk karena merupakan seperangkat aturan.

Wujud dari pranata sosial adalah lembaga (institute). Meskipun demikian, pranata dan lembaga memiliki makna yang berbeda. Pranata merupakan sistem norma atau aturan-aturan yang mengenai suatu aktivitas masyarakat yang khusus, sedangkan lembaga atau institute adalah badan atau organisasi yang melaksanakan aktivitas itu.

Fungsi pranata sosial

Masyarakat memerlukan pranata sosial, karena pranata sosial memiliki fungsi sebagai berikut :
  1. Menjaga keutuhan masyarakat.
  2. Memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial (social control). Artinya sistem pengawasan masyarakat terhadap tingkah laku anggota-anggotanya.
  3. Memberikan pedoman kepada anggota masyarakat, bagaimana mereka harus bertingkah laku atau bersikap dalam menghadapai masalah-masalah yang timbul dalam masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan-kebutuhan.

Ciri-ciri pranata sosial

Ciri-ciri pranata sosial antara lain :
1.    Memiliki tingkat kekekalan tertentu
2.    Memiliki satu atau beberapa tujuan
3.    Memiliki tradisi tertulis ataupun tidak tertulis
4.    Memiliki lambang-lambang sebagai ciri khasnya
5.    Memiliki alat-alat perlengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan
6.    Merupakan suatu sistem pola-pola pemikiran dan pola perilaku yang terwujud melalui aktivits kemasyarakatan

Jenis-jenis pranata sosial

Dalam kehidupan masyarakat, tedapat lima jenis pranata sosial, yaitu pranata keluarga, agama, pendidikan, ekonomi dan politik. Berikut ini adalah penjelasan jenis pranata sosial.

Pranata keluarga

Keuarga batih atau keluarga inti terdiri dari ayah, ibi dan anak. Setiap keluarga mempunyai sekumpulan norma, aturan dan pedoman dalam bertingkah laku.
Pranata sosial keluarga memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Terbentuk melalui perkawinan.
  2. Keluarga mempunyai tempat tinggal atau rumah tangga.
  3. Keluarga mempunyai suatu sistem tata nama termasuk garis keturunan.
  4. Keluarga mempunyai fungsi ekonomi yang dibentuk oleh anggota-anggotanya dan berkemampuan untuk mempunyai keturunan dan membesarkan anak.
  5. Keluarga berbentuk rumah tangga yang berkaitan dengan hubungan perkawinan yang sengaja dibentuk dan dipelihara.

Fungsi utama keluarga adalah menjaga agar para anggota keluarganya tidak menyimpang dari pranata masyarakat luas keluarga.

Disamping itu, keluarga mempunyai fungsi antara lain sebagai berikut :
  1. Fungsi reproduksi, keluarga merupakan lembaga yang berfungsi untuk mempertahankan kelangsungan hidup manusia.
  2. Fungsi sosialisasi, keluarga merupakan lingkungan sosial pertama dalam membentuk kepribadian anak, sehingga keluarga merupakan lembaga anak yang sekaligus penentu masa depan anak dalam bersosialisasi.
  3. Fungsi afeksi, keluarga merupakan tempat untuk mendapat kasih sayang seorang anak yang pertama.
  4. Fungsi perlindungan, keluarga mempunyai fungsi untuk melindungi anggotanya baik secara psikis maupun fisik.
  5. Fungsi ekonomi, keluarga merupakan tempat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi bagi anggota keluarganya.

Pranata agama
Religi merupakan sistem terpadu antara keyakinan dan prkatik yang berkaitan dengan hal-hal suci yang dianggap tidak trejangkau. Religi memiliki unsur ajaran hakiki yaitu sebagai berikut:
  1. Transdental yaitu berada di luar jangkauan pengindraan manusia.
  2. Iman yaitu yang berada di dalam dunia
Penjabaran dua unsur tersebut terjadi dalam praktik ritual atau peribadatan, ajaran tentang keberadaan Tuhan dan bagaimana menjalin kehidupan dengan sesama makhluk hidup yang lain. Agama merupakan salah satu pranata sosial yang sangat penting hingga saat ini dalam mengatur kehidupan manusia.
Adapun fungsi-fungsi pokok pranata agama yaitu sebagai berikut :
a.    Membantu mencarikan identitas moral
b.    Meningktakan kualitas hidup kehidupan sosial
c.    Mengatur hubungan manusia dengan lingkungan alam
d.    Menjelaskan arah dan tujuan hidup manusia
Pranata pendidikan
Kata pendidikan berasal dari bahasa Latin, Educare yang berarti keluar. Pendidikan adalah proses membimbing manusia dari kegelapan menuju kecerdasan pengetahuan dari tidak tahu menjadi tahu. Pendidikan merupakan proses yang terjadi karena proses interaksi berbagai faktor  yang menghasilkan penyadaran diri dan penyadaran lingkungan sehingga menampilkan rasa percaya akan lingkungan.
Dari pengertian di atas, mengandung arti sebagai berikut :
  1. Proses pendidikan terjadi karena interaksi berbagai faktir seperti alam, kebudayaan, masyarakat, dan sebagainya.
  2. Pendidikan adalah suatu proses yang mengalami tahap perkembangan secara terus menerus.
a.    Sebagai pranata pemindahan warisan kebudayaan
b.    Mempersiapkan peranan sosial yang dikehendaki oleh individu
c.    Memberikan persiapan bagi peranan-peranan pekerjaan
d.    Memeprkuat penyesuaian diri dan mengembangkan diri serta pengembangan hubungan sosial
Pranata ekonomi
Pranata ekonomi adalah sistem norma atau kaidah yang mengatur tingkah laku individu dalam masyarakat guna memenuhi kebutuhan barang dan jasa.

Fungsi pranata ekonomi secara umum adalah sebagai berikut :
a.    Mengatur produksi barang dan jasa
b.    Mengatur distribusi barang dan jasa
c.    Mengatur konsumsi barang dan jasa
Pranata politik
Pranata politik adalah peraturan-peraturan untuk memelihara tata tertib, untuk mendamaikan pertentangan-pertentangan, dan untuk memilih pemimpin yang berwibawa. Pranata politik merupakan perangkat norma dan status yang mengkhususkan diri pada pelaksanaan dan wewenang. Dengan demikian pranata politik akan meliputi eksekutif, legislatif, yudikatif, militer dan partai politik.

Pranata politik memiliki beberapa fungsi penting, yaitu sebagai berikut :
a.    Menyelenggarakan pelayanan umum
b.    Melindungi warga negara
c.    Melembagakan norma melalui undang-undang.



Sejarah Awal Perkembangan Bahasa Indonesia
Awalnya, pemerintah kolonial Hindia-Belanda menyadari bahwa bahasa Melayu dapat dipakai untuk membantu administrasi bagi kalangan pegawai pribumi karena penguasaan bahasa Belanda para pegawai pribumi dinilai lemah. Dengan menyandarkan diri pada bahasa Melayu Tinggi, sejumlah sarjana Belanda mulai terlibat dalam standardisasi bahasa. Promosi bahasa Melayu pun dilakukan di sekolah-sekolah dan didukung dengan penerbitan karya sastra dalam bahasa Melayu. Akibat pilihan ini terbentuklah "embrio" bahasa Indonesia yang secara perlahan mulai terpisah dari bentuk semula bahasa Melayu Riau-Johor.
Ada empat faktor yang menyebabkan Bahasa melayu diangkat menjadi bahasa Indonesia, yaitu:
1.    Bahasa melayu merupakan Lingua Franca di Indonesia, yaitu bahasa perhubungan dan bahasa perdagangan.
2.    Sistem bahasa melayu sederhana, mudah di pelajari karena dalam bahasa melayu tidak dikenal tingkatan bahasa (bahasa kasar dan bahasa halus).
3.    Suku Jawa, Suku Sunda, dan Suku-suku lainnya dengan sukarela menerima bahasa melayu menjadi awal bahasa indonesia sebagai bahasa nasional.
4.    Bahasa melayu mempunyai kesanggupan untuk di pakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang luas.
Pada awal abad ke-20 perpecahan dalam bentuk baku tulisan bahasa Melayu mulai terlihat. Pada tahun 1901, Indonesia yang saat itu disebut Hindia-Belanda, mengadopsi ejaan Van Ophuijsen dan pada tahun 1904 Persekutuan Tanah Melayu-yang saat ini menjadi wilayah Malaysia-di bawah pimpian Inggris mengadopsi ejaan Wilkinson. Ejaan Van Ophuijsen diawali dari penyusunan Kitab Logat Melayu Van Ophuijsen pada tahun 1896 yang dibantu oleh Nawawi Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim.
Intervensi pemerintah semakin kuat dengan dibentuknyaCommissie voor de Volkslectuur ("Komisi Bacaan Rakyat" - KBR) pada tahun 1908 yang saat ini bernama Balai Pustaka.Pada tahun 1910 komisi ini, di bawah pimpinan D.A Rinkes, melancarkan program Taman Poestaka dengan membentukperpustakaan kecil di berbagai sekolah pribumi dan beberapa instansi milik pemerintah. Perkembangan program ini sangat pesat, dalam dua tahun telah terbentuk sekitar 700 perpustakaan. Bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai "bahasa persatuan bangsa" pada saat Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober. Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional merupakan usulan Muhammad Yamin, seorang politikus, sastrawan, dan ahli sejarah.
Dalam pidatonya di Kongres Nasional kedua di Jakarta, Yamin mengatakan,
"Jika mengacu pada masa depan bahasa-bahasa yang ada di Indonesia dan kesusastraannya, hanya ada dua bahasa yang bisa diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa dan Melayu. Tapi dari dua bahasa itu, bahasa Melayulah yang lambat laun akan menjadi bahasa pergaulan atau bahasa persatuan." 
Selanjutnya perkembangan bahasa dan kesusastraan Indonesia banyak dipengaruhi oleh sastrawan Indonesia yang banyak mengisi dan menambah perbendaharaan kata,sintaksis, maupun morfologi bahasa Indonesia. 
Bahasa Indonesia dituturkan di seluruh Indonesia, walaupun lebih banyak digunakan di area perkotaan dengan dialek dan logat daerahnya masing-masing. Untuk berkomunikasi dengan sesama orang sedaerah kadangbahasa ibulah yang digunakan sebagai pengganti bahasa Indonesia.
Dialek dan ragam bahasa
Pada keadaannya bahasa Indonesia menumbuhkan banyak varian yaitu varian menurut pemakai yang disebut sebagai dialek dan varian menurut pemakaian yang disebut sebagai ragam bahasa.
Dialek dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu :
1.    Dialek regional, yaitu macam-macam bahasa yang digunakan di daerah tertentu sehingga membedakan bahasa yang digunakan di suatu daerah dengan bahasa yang digunakan di daerah yang lain meski mereka berasal dari satu bahasa yang sama. Oleh karena itu, dikenallah bahasa Melayu dialek Ambon, dialek Betawi, dialek Medan, dan lain-lain.
2.    Dialek sosial, yaitu dialek yang digunakan oleh kelompok masyarakat tertentu atau yang menandai tingkat masyarakat tertentu. Contohnya dialek wanita dan dialek remaja.
3.    Dialek temporal, yaitu dialek yang digunakan pada kurun waktu tertentu. Contohnya dialek Melayu zamanSriwijaya dan dialek Melayu zaman Abdullah.
4.    Idiolek, yaitu keseluruhan ciri bahasa seseorang. Sekalipun kita semua berbahasa Indonesia, kita masing-masing memiliki ciri-ciri khas pribadi dalam pelafalan, tata bahasa, atau pilihan dan kekayaan kata.
Ragam bahasa dalam bahasa Indonesia berjumlah sangat banyak dan tidak terhitung. Maka itu, ia dibagi atas dasar pokok pembicaraan, perantara pembicaraan, dan hubungan antarpembicara.
Ragam bahasa menurut pokok pembicaraan meliputi:
1.    ragam undang-undang
2.    ragam jurnalitik
3.    ragam ilmiah
4.    ragam sastra

Ragam bahasa menurut hubungan antarpembicara dibagi atas:
1.    ragam lisan, terdiri dari:
1.    ragam percakapan
2.    ragam pidato
3.    ragam kuliah
4.    ragam panggung
2.    ragam tulis, terdiri dari:
1.    ragam teknis
2.    ragam undang-undang
3.    ragam catatan
4.    ragam surat-menyurat

Dalam kenyataannya, bahasa baku tidak dapat digunakan untuk segala keperluan, tetapi hanya untuk:
1.    komunikasi resmi
2.    wacana teknis
3.    pembicaraan di depan khalayak ramai
4.    pembicaraan dengan orang yang dihormati
Selain keempat penggunaan tersebut, dipakailah ragam bukan baku.

Perkembangan Bahasa Indonesia di Era Global

Indonesia adalah negara kepulauan dengan ratusan suku yang memiliki ribuan bahasa ibu dan budayanya. Bahasa Indonesia  adalah bahasa persatuan yang digunakan untuk menyatukan dan mempermudah komunikasi antarsuku yang ada di Indonesia.
Saat ini banyak terjadi pergeseran makna yang membombardir kekukuhan bahasa Indonesia. Keberadaan Bahasa Indonesia mengalami banyak perkembangan dari sejak awal terbentuknya hingga saat ini karena keterbukaannya. 
Ada dua fenomena yang terjadi dewasa ini yang berkaitan dengan Bahasa Indonesia, yaitu :
A. Fenomena Positif
Bahasa Indonesia telah berkembang dengan baik di kalangan masyarakat. Terbukti dengan digunakannya bahasa Indonesia oleh para ibu (khususnya ibu-ibu muda) dalam mendidik anak-anaknya. Dengan demikian, anak-anak menjadi terlatih menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan di masa depan mereka memiliki keterampilan berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia.
Kita juga perlu berbangga hati dengan digunakannya bahasa Indonesia dalam produk-produk perusahaan luar negeri, baik dalam kemasannya, prosedur penggunaannya, maupun keterangan produk yang dihasilkan. Mereka melakukan hal ini untuk mempermudah promosi, sehingga produk mereka laku dipasarkan di Indonesia.
Dari contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa keberadaan bahasa Indonesia diakui oleh masyarakat Internasional khususnya para pengusaha asing.
B. Fenomena Negatif
Seiring dengan berkembangnya zaman, banyak ditemukan perkembangan bahasa yang menyimpang dari kaidah bahasa Indonesia, seperti munculnya bahasa gaul, bahasa komunikasi kelompok bermain atau bahasa prokem, bahasa SMS dan bahasa yang sedang banyak dibicarakan belakangan ini yaitu Bahasa Alay.

Dewasa ini, kesadaran untuk berbahasa Indonesia yang baik dan benar di kalangan remaja mulai menurun, mereka lebih senang menggunakan bahasa gaul daripada bahasa Indonesia. Fenomena seperti ini seharusnya tidak boleh terjadi, karena hal ini dapat merusak kebakuan dan merancukan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia harus tetap berkembang, walaupun diterpa oleh kemunculan bahasa-bahasa asing dan bahasa pergaulan.
Kita seharusnya malu jika tidak dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, karena kita pemiliknya. Sekarang ini, kita cenderung menyepelekan dan mencampuradukkannya dengan bahasa daerah, seperti mencampurnya dengan bahasa Jawa. Fenomena ini sering kali kita jumpai dalam pergaulan sehari-hari, contohnya di sekolah, saat jam pelajaran kita menggunakan bahasa Indonesia, tetapi saat kembali bercengkerama dengan teman-teman, kita lupa akan bahasa Indonesia. Apalagi dengan kemunculan bahasa gaul dan bahasa prokem yang ternyata sudah dibukukan oleh salah seorang artis ternama kita, Debbie Sahertian. 
Jadi, sebaiknya antara bahasa daerah dan bahasa Indonesia harus berkembang seimbang, agar peran bahasa Indonesia di era global ini diakui dan tetap berdiri tegak di bumi Indonesia. Bahasa gaul, bahasa prokem, bahasa Indonesia yang mengalami penginggrisan harus dapat ditekan dan hanya sebatas untuk komunikasi pergaulan. Bahasa pada hakikatnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebudayaan. Oleh karena itu, bahasa Indonesia dalam konteks kebudayaan nasional merupakan komponen yang paling representatif dan dominan, termasuk upaya melanggengkan kesatuan bangsa (Hasan Alwi, 1998). Orang Indonesia sebaiknya belajar mencintai bahasa nasionalnya dan belajar memakainya dengan kebanggaan dan kesetiaan, sehingga membuat orang Indonesia berdiri tegak di dunia ini walaupun dilanda arus globalisasi dan tetap dapat mengatakan dengan bangga bahwa orang Indonesia menjadi bangsa yang berdulat yang mampu menggunakan bahasa nasionalnya untuk semua keperluan modern.
Kita tidak boleh kalah dengan bangsa lain, sepertiArab, Italia, Jerman, Prancis, Jepang, Korea dan Cina yang bahasanya bukan Inggris, tetapi tidak mengalami proses penginggrisan yang memprihatinkan. Masyarakat Indonesia harus dapat menunjukkan ketahanan budayanya, warganya hanya perlu diberi semangat dan didorong agar jangan cepat menyerah. Untuk meningkatkan peran bahasa Indonesia di era global dan tetap mempertahankan budaya daerah seharusnya pemerintah memberlakukan peraturan atau Undang-undang tentang tata susunan, isi, dan penggunaan bahasa Indonesia yang benar dalam surat kabar, tabloid, maupun majalah-majalah remaja. Sebaiknya dalam majalah remaja perlu diisikan kolom khusus bacaan berbahasa Indonesia yang benar, untuk media elektronik, seperti TV khususnya televisi swasta dan radio diadakan acara debat, cerdas tangkas, diskusi, dan acara yang menggunakan bahasa Indonesia yang benar. Tetap diadakan ujian nasional bahasa Indonesia dan pemberian penghargaan kepada orang yang mampu berbahasa Indonesia dengan baik dan benar
Dari uraian di atas, setidaknya hal yang perlu diingat adalah hanya bahasa Indonesialah yang mampu mendekatkan sekaligus menyatukan berbagai etnis di Indonesia, sehingga mereka dapat berkomunikasi dengan lancar dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Indonesia bukanlah satu-satunya lambang identitas kebangsaan di NKRI. Hal-hal lain, seperti komitmen pada bendera Merah Putih juga merupakan lambang identitas bangsa. Tetapi, satu hal yang patut direnungkan dalam konteks ini keduanya dapat melahirkan sikap mental yang menumbuhkan rasa kebersamaan.


Bhs.Indonesia

Sejarah Awal Perkembangan Bahasa Indonesia
Awalnya, pemerintah kolonial Hindia-Belanda menyadari bahwa bahasa Melayu dapat dipakai untuk membantu administrasi bagi kalangan pegawai pribumi karena penguasaan bahasa Belanda para pegawai pribumi dinilai lemah. Dengan menyandarkan diri pada bahasa Melayu Tinggi, sejumlah sarjana Belanda mulai terlibat dalam standardisasi bahasa. Promosi bahasa Melayu pun dilakukan di sekolah-sekolah dan didukung dengan penerbitan karya sastra dalam bahasa Melayu. Akibat pilihan ini terbentuklah "embrio" bahasa Indonesia yang secara perlahan mulai terpisah dari bentuk semula bahasa Melayu Riau-Johor.
Ada empat faktor yang menyebabkan Bahasa melayu diangkat menjadi bahasa Indonesia, yaitu:
1.    Bahasa melayu merupakan Lingua Franca di Indonesia, yaitu bahasa perhubungan dan bahasa perdagangan.
2.    Sistem bahasa melayu sederhana, mudah di pelajari karena dalam bahasa melayu tidak dikenal tingkatan bahasa (bahasa kasar dan bahasa halus).
3.    Suku Jawa, Suku Sunda, dan Suku-suku lainnya dengan sukarela menerima bahasa melayu menjadi awal bahasa indonesia sebagai bahasa nasional.
4.    Bahasa melayu mempunyai kesanggupan untuk di pakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang luas.
Pada awal abad ke-20 perpecahan dalam bentuk baku tulisan bahasa Melayu mulai terlihat. Pada tahun 1901, Indonesia yang saat itu disebut Hindia-Belanda, mengadopsi ejaan Van Ophuijsen dan pada tahun 1904 Persekutuan Tanah Melayu-yang saat ini menjadi wilayah Malaysia-di bawah pimpian Inggris mengadopsi ejaan Wilkinson. Ejaan Van Ophuijsen diawali dari penyusunan Kitab Logat Melayu Van Ophuijsen pada tahun 1896 yang dibantu oleh Nawawi Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim.
Intervensi pemerintah semakin kuat dengan dibentuknyaCommissie voor de Volkslectuur ("Komisi Bacaan Rakyat" - KBR) pada tahun 1908 yang saat ini bernama Balai Pustaka.Pada tahun 1910 komisi ini, di bawah pimpinan D.A Rinkes, melancarkan program Taman Poestaka dengan membentukperpustakaan kecil di berbagai sekolah pribumi dan beberapa instansi milik pemerintah. Perkembangan program ini sangat pesat, dalam dua tahun telah terbentuk sekitar 700 perpustakaan. Bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai "bahasa persatuan bangsa" pada saat Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober. Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional merupakan usulan Muhammad Yamin, seorang politikus, sastrawan, dan ahli sejarah.
Dalam pidatonya di Kongres Nasional kedua di Jakarta, Yamin mengatakan,
"Jika mengacu pada masa depan bahasa-bahasa yang ada di Indonesia dan kesusastraannya, hanya ada dua bahasa yang bisa diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa dan Melayu. Tapi dari dua bahasa itu, bahasa Melayulah yang lambat laun akan menjadi bahasa pergaulan atau bahasa persatuan." 
Selanjutnya perkembangan bahasa dan kesusastraan Indonesia banyak dipengaruhi oleh sastrawan Indonesia yang banyak mengisi dan menambah perbendaharaan kata,sintaksis, maupun morfologi bahasa Indonesia. 
Bahasa Indonesia dituturkan di seluruh Indonesia, walaupun lebih banyak digunakan di area perkotaan dengan dialek dan logat daerahnya masing-masing. Untuk berkomunikasi dengan sesama orang sedaerah kadangbahasa ibulah yang digunakan sebagai pengganti bahasa Indonesia.
Dialek dan ragam bahasa
Pada keadaannya bahasa Indonesia menumbuhkan banyak varian yaitu varian menurut pemakai yang disebut sebagai dialek dan varian menurut pemakaian yang disebut sebagai ragam bahasa.
Dialek dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu :
1.    Dialek regional, yaitu macam-macam bahasa yang digunakan di daerah tertentu sehingga membedakan bahasa yang digunakan di suatu daerah dengan bahasa yang digunakan di daerah yang lain meski mereka berasal dari satu bahasa yang sama. Oleh karena itu, dikenallah bahasa Melayu dialek Ambon, dialek Betawi, dialek Medan, dan lain-lain.
2.    Dialek sosial, yaitu dialek yang digunakan oleh kelompok masyarakat tertentu atau yang menandai tingkat masyarakat tertentu. Contohnya dialek wanita dan dialek remaja.
3.    Dialek temporal, yaitu dialek yang digunakan pada kurun waktu tertentu. Contohnya dialek Melayu zamanSriwijaya dan dialek Melayu zaman Abdullah.
4.    Idiolek, yaitu keseluruhan ciri bahasa seseorang. Sekalipun kita semua berbahasa Indonesia, kita masing-masing memiliki ciri-ciri khas pribadi dalam pelafalan, tata bahasa, atau pilihan dan kekayaan kata.
Ragam bahasa dalam bahasa Indonesia berjumlah sangat banyak dan tidak terhitung. Maka itu, ia dibagi atas dasar pokok pembicaraan, perantara pembicaraan, dan hubungan antarpembicara.
Ragam bahasa menurut pokok pembicaraan meliputi:
1.    ragam undang-undang
2.    ragam jurnalitik
3.    ragam ilmiah
4.    ragam sastra

Ragam bahasa menurut hubungan antarpembicara dibagi atas:
1.    ragam lisan, terdiri dari:
1.    ragam percakapan
2.    ragam pidato
3.    ragam kuliah
4.    ragam panggung
2.    ragam tulis, terdiri dari:
1.    ragam teknis
2.    ragam undang-undang
3.    ragam catatan
4.    ragam surat-menyurat

Dalam kenyataannya, bahasa baku tidak dapat digunakan untuk segala keperluan, tetapi hanya untuk:
1.    komunikasi resmi
2.    wacana teknis
3.    pembicaraan di depan khalayak ramai
4.    pembicaraan dengan orang yang dihormati
Selain keempat penggunaan tersebut, dipakailah ragam bukan baku.

Perkembangan Bahasa Indonesia di Era Global

Indonesia adalah negara kepulauan dengan ratusan suku yang memiliki ribuan bahasa ibu dan budayanya. Bahasa Indonesia  adalah bahasa persatuan yang digunakan untuk menyatukan dan mempermudah komunikasi antarsuku yang ada di Indonesia.
Saat ini banyak terjadi pergeseran makna yang membombardir kekukuhan bahasa Indonesia. Keberadaan Bahasa Indonesia mengalami banyak perkembangan dari sejak awal terbentuknya hingga saat ini karena keterbukaannya. 
Ada dua fenomena yang terjadi dewasa ini yang berkaitan dengan Bahasa Indonesia, yaitu :
A. Fenomena Positif
Bahasa Indonesia telah berkembang dengan baik di kalangan masyarakat. Terbukti dengan digunakannya bahasa Indonesia oleh para ibu (khususnya ibu-ibu muda) dalam mendidik anak-anaknya. Dengan demikian, anak-anak menjadi terlatih menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan di masa depan mereka memiliki keterampilan berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia.
Kita juga perlu berbangga hati dengan digunakannya bahasa Indonesia dalam produk-produk perusahaan luar negeri, baik dalam kemasannya, prosedur penggunaannya, maupun keterangan produk yang dihasilkan. Mereka melakukan hal ini untuk mempermudah promosi, sehingga produk mereka laku dipasarkan di Indonesia.
Dari contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa keberadaan bahasa Indonesia diakui oleh masyarakat Internasional khususnya para pengusaha asing.
B. Fenomena Negatif
Seiring dengan berkembangnya zaman, banyak ditemukan perkembangan bahasa yang menyimpang dari kaidah bahasa Indonesia, seperti munculnya bahasa gaul, bahasa komunikasi kelompok bermain atau bahasa prokem, bahasa SMS dan bahasa yang sedang banyak dibicarakan belakangan ini yaitu Bahasa Alay.

Dewasa ini, kesadaran untuk berbahasa Indonesia yang baik dan benar di kalangan remaja mulai menurun, mereka lebih senang menggunakan bahasa gaul daripada bahasa Indonesia. Fenomena seperti ini seharusnya tidak boleh terjadi, karena hal ini dapat merusak kebakuan dan merancukan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia harus tetap berkembang, walaupun diterpa oleh kemunculan bahasa-bahasa asing dan bahasa pergaulan.
Kita seharusnya malu jika tidak dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, karena kita pemiliknya. Sekarang ini, kita cenderung menyepelekan dan mencampuradukkannya dengan bahasa daerah, seperti mencampurnya dengan bahasa Jawa. Fenomena ini sering kali kita jumpai dalam pergaulan sehari-hari, contohnya di sekolah, saat jam pelajaran kita menggunakan bahasa Indonesia, tetapi saat kembali bercengkerama dengan teman-teman, kita lupa akan bahasa Indonesia. Apalagi dengan kemunculan bahasa gaul dan bahasa prokem yang ternyata sudah dibukukan oleh salah seorang artis ternama kita, Debbie Sahertian. 
Jadi, sebaiknya antara bahasa daerah dan bahasa Indonesia harus berkembang seimbang, agar peran bahasa Indonesia di era global ini diakui dan tetap berdiri tegak di bumi Indonesia. Bahasa gaul, bahasa prokem, bahasa Indonesia yang mengalami penginggrisan harus dapat ditekan dan hanya sebatas untuk komunikasi pergaulan. Bahasa pada hakikatnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebudayaan. Oleh karena itu, bahasa Indonesia dalam konteks kebudayaan nasional merupakan komponen yang paling representatif dan dominan, termasuk upaya melanggengkan kesatuan bangsa (Hasan Alwi, 1998). Orang Indonesia sebaiknya belajar mencintai bahasa nasionalnya dan belajar memakainya dengan kebanggaan dan kesetiaan, sehingga membuat orang Indonesia berdiri tegak di dunia ini walaupun dilanda arus globalisasi dan tetap dapat mengatakan dengan bangga bahwa orang Indonesia menjadi bangsa yang berdulat yang mampu menggunakan bahasa nasionalnya untuk semua keperluan modern.
Kita tidak boleh kalah dengan bangsa lain, sepertiArab, Italia, Jerman, Prancis, Jepang, Korea dan Cina yang bahasanya bukan Inggris, tetapi tidak mengalami proses penginggrisan yang memprihatinkan. Masyarakat Indonesia harus dapat menunjukkan ketahanan budayanya, warganya hanya perlu diberi semangat dan didorong agar jangan cepat menyerah. Untuk meningkatkan peran bahasa Indonesia di era global dan tetap mempertahankan budaya daerah seharusnya pemerintah memberlakukan peraturan atau Undang-undang tentang tata susunan, isi, dan penggunaan bahasa Indonesia yang benar dalam surat kabar, tabloid, maupun majalah-majalah remaja. Sebaiknya dalam majalah remaja perlu diisikan kolom khusus bacaan berbahasa Indonesia yang benar, untuk media elektronik, seperti TV khususnya televisi swasta dan radio diadakan acara debat, cerdas tangkas, diskusi, dan acara yang menggunakan bahasa Indonesia yang benar. Tetap diadakan ujian nasional bahasa Indonesia dan pemberian penghargaan kepada orang yang mampu berbahasa Indonesia dengan baik dan benar
Dari uraian di atas, setidaknya hal yang perlu diingat adalah hanya bahasa Indonesialah yang mampu mendekatkan sekaligus menyatukan berbagai etnis di Indonesia, sehingga mereka dapat berkomunikasi dengan lancar dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Indonesia bukanlah satu-satunya lambang identitas kebangsaan di NKRI. Hal-hal lain, seperti komitmen pada bendera Merah Putih juga merupakan lambang identitas bangsa. Tetapi, satu hal yang patut direnungkan dalam konteks ini keduanya dapat melahirkan sikap mental yang menumbuhkan rasa kebersamaan.





Liputan6.com, Jakarta - Pakar Psikologi Univesitas Indonesia (UI) Antonia Ratih Andjayani mengaku pernah mendapat perilaku ketus dari terdakwa pembunuh Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso. Hal itu terjadi saat ia menyinggung masa lalu dan hubungan asmara Jessica.
Semula, kata Ratih, Jessica aktif dan responsif menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar dirinya. Namun sikap Jessica berubah ketika ia bertanya mengenai persoalan asmaranya.

Sebagai psikolog, naluri Ratih untuk mengetahui lebih jauh alasan Jessica menolak menceritakan hubungan asmara dan masa lalunya muncul. Namun hasilnya nihil, karena Jessica tetap pada pendiriannya untuk bersikap antipati. "Ekspresi Jessica berubah 180 derajat, yang tadinya ramah, kooperatif, langsung berubah dingin dan ketus, dan bahasa tubuh yang kakinya ke arah saya masih terbuka kemudian tertutup. Ini gestur yang mengisyaratkan menolak," ujar Ratih saat bersaksi untuk sidang perkara Jessica Wongso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (15/8/2016).

Akhirnya, Ratih menyudahi observasi dan menjadikan sikap antipati Jessica sebagai catatan untuk timnya, agar memperdalam masalah masa lalu dan cerita hubungan pribadi Jessica lebih jauh.
"Ada hal-hal yang tidak bisa kami gali, terutama tentang permasalahan hubungan, masa lalu, emosi lebih dalam, itu tidak mampu tergali. Ini jadi pertanyaan besar. Dan ini kamishare ke tim lanjutan yang memeriksa lebih lanjut," ucap Ratih.

Jessica didakwa membunuh Mirna dengan motif sakit hati karena Mirna memberikan komentar pedas soal hubungan percintaan Jessica dengan mantan kekasihnya di Sydney Australia. Hal itu dibeberkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di sidang pertama kasus pembunuhan Mirna.
Mirna tewas usai meminum es kopi Vietnam yang dibelikan Jessica sebelum Mirna hadir diKafe Olivier, Grand Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu 6 Januari 2016. Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, kopi Mirna diberi racun sianida dengan dosis yang melebihi ambang batas dosis mematikan.

Liputan6.com, Jakarta - Psikolog: Jessica Berubah Ketus Saat Ditanya Asmara Masa Lalu



Liputan6.com, Jakarta - Pakar Psikologi Univesitas Indonesia (UI) Antonia Ratih Andjayani mengaku pernah mendapat perilaku ketus dari terdakwa pembunuh Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso. Hal itu terjadi saat ia menyinggung masa lalu dan hubungan asmara Jessica.
Semula, kata Ratih, Jessica aktif dan responsif menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar dirinya. Namun sikap Jessica berubah ketika ia bertanya mengenai persoalan asmaranya.

Sebagai psikolog, naluri Ratih untuk mengetahui lebih jauh alasan Jessica menolak menceritakan hubungan asmara dan masa lalunya muncul. Namun hasilnya nihil, karena Jessica tetap pada pendiriannya untuk bersikap antipati. "Ekspresi Jessica berubah 180 derajat, yang tadinya ramah, kooperatif, langsung berubah dingin dan ketus, dan bahasa tubuh yang kakinya ke arah saya masih terbuka kemudian tertutup. Ini gestur yang mengisyaratkan menolak," ujar Ratih saat bersaksi untuk sidang perkara Jessica Wongso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (15/8/2016).

Akhirnya, Ratih menyudahi observasi dan menjadikan sikap antipati Jessica sebagai catatan untuk timnya, agar memperdalam masalah masa lalu dan cerita hubungan pribadi Jessica lebih jauh.
"Ada hal-hal yang tidak bisa kami gali, terutama tentang permasalahan hubungan, masa lalu, emosi lebih dalam, itu tidak mampu tergali. Ini jadi pertanyaan besar. Dan ini kamishare ke tim lanjutan yang memeriksa lebih lanjut," ucap Ratih.

Jessica didakwa membunuh Mirna dengan motif sakit hati karena Mirna memberikan komentar pedas soal hubungan percintaan Jessica dengan mantan kekasihnya di Sydney Australia. Hal itu dibeberkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di sidang pertama kasus pembunuhan Mirna.
Mirna tewas usai meminum es kopi Vietnam yang dibelikan Jessica sebelum Mirna hadir diKafe Olivier, Grand Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu 6 Januari 2016. Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, kopi Mirna diberi racun sianida dengan dosis yang melebihi ambang batas dosis mematikan.

Ilmu kimia merupakan ilmu yang mempelajari tentang sebuah peristiwa atau fenomena yang terjadi dialam, lebih spesifiknya iyalah ilmu mempelajari tentang materi serta perubahan yang menyertainya.
Ilmu kimia seringkali dikatakan sebagai central sains dikarenakan pada disiplin ilmu apapun selalu berkaitan dengan kimia.

Kimia merupakan ilmu pengetahuan yang membahas perubahan suatu materi. Perubahan suatu materi bisa di dapat oleh gambaran melalui reaksi kimia. Menggunakan reaksi kimia, kita dapat menyingkap perubahan-perubahan aneh yang tersembunyi pada suatu zat.
Kimia merupakan  ilmu pengetahuan tentang yang gaib, tersembunyi,serta tak terlihat.
Ilmu kimia adalah bagian dari ilmu pengetahuan alam (sains) yang mempelajari tentang sifat, sturktur, komposisi, perubahan serta energi yang menyertai perubahan materi.

Cabang -Cabang dalam Kimia.
masing-masing memiliki bidang cakupan study yang luas seperti:
Kimia Analitik

Kimia analitik menggunakan pengamatan kualitatif serta kuantitatif untuk mengenali dan mengukur properti fisik serta kimia dari suatu zat. Dan dalam beberapa hal, seluruh zat kimia bersifat analitis.

Kimia Fisik

Kimia fisik mengkombinasikan kimia dengan fisika. Kimia fisik mempelajari bagaimana materi dan energi berinteraksi. Termodinamika dan mekanika kuantum adalah dua cabang penting pada kimia fisik. Kimia fisika merupakan cabang ilmu kimia yang mempelajari struktur, sifat, serta perubahan kimia suatu zat serta perubahan energi yang menyertai perubahan kimia tersebut.
Kimia Organik

Kimia organik iyalah senyawa yang mengandung elemen karbon dalam spesifikasinya. Karbon itu sendiri memiliki banyak properti unik yang memungkinkan untuk membentuk ikatan senyawa kompleks serta molekul yang sangat besar. Kimia organik dikenal juga sebagai “Kimia Kehidupan” karena segala molekul yang membentuk jaringan kehidupan memiliki karbon sebagai bagian dalam pembentukannya.
Kimia Anorganik

Kimia anorganik mempelajari material seperti logal serta gas yang tidak memiliki karbon sebagai bagian dari pembentukannya.
Biokimia

Biokimia adalah  study dari proses kimia yang terjadi pada organisme hidup.
Kimia Lingkungan: Kimia lingkungan iyalah cabang ilmu kimia yang mempelajari tentang interaksi yang melibatkan zat serta reaksi kimia di alam, serta polusi di alam.
Kimia Analitik: Kimia analitik merupakan cabang ilmu kimia yang mengkaji tentang analisis zat atau senyawa, baik secara kualitatif ataupun kuantitatif,  yang meliputi sampling, penyiapan sample siap ukur, pengukuran, pemisahan, peralatan untuk keperluan pengukuran dan lain-lain.
Biokimia: Biokimia adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari zat kimia serta reaksi kimia yang menyertai proses-proses biologi seperti proses metabolisme dalam tubuh.
Kimia Makanan: Kimia makanan iyalah cabang ilmu kimia yang berfokuskan pada kajian mengenai komposisi kimia, reaksi kimia, serta proses kimia dalam makanan. yang dimaksud meliputi makro nutrisi, mikro nutrisi, dan zat aditif dalam makanan.
Geokimia
Geokimia menggabungkan kimia dan geologi untuk mempelajari pembentukan serta interaksi antara berbagai zat yang terdapat di Bumi.
Kimia agrikultur mempelajari tentang reaksi kimia yang terlibat pada produksi, perlindungan, serta penggunaan dari pertanian dan peternakan. Bidang ini iyalah bidang lintas disiplin yang bergantung dengan berbagai bidang sains lainnya.
Bioteknologi pertanian merupakan fokus yang berkembang pesat pada berbagai ahli kimia agrikultur. Bidang ini memanipulasi tanaman agar resisten terhadap penggunaan herbisida untuk mengendalikan gulma.
Kimia Lingkungan
Kimia lingkungan adalah ilmu mempelajari bagaimana zat kimia berinteraksi dengan lingkungan alam. Kimia lingkungan iyalah bidang lintas disiplin yang melibatkan kimia analitik dan pemahaman terhadap ilmu lingkungan. Ahli di bidang ini pertama kali harus memahami kimia dan reaksi kimia yang muncul pada proses alam pada air dan udara.
Kualitas air merupakan area penting pada kimia lingkungan. Air “murni” tidak pernah muncul di alam semesta. Selalu terdapat beberapa mineral atau senyawa lainnya yang terkandung di dalamnya. Kualitas air diuji pada sungai, danau, serta air laut melalui karakteristik seperti kandungan oksigen, keasaman, tingkat kekeruhan, sedimen tersuspensi, serta pH.
Kimia Pangan
kimia pangan mempelajari tentang Ilmu pangan yang pada dasarnya berurusan dengan tiga komponen biologis dari makanan yaitu karbohidrat, lipid, dan protein.
Teknik Kimia
Teknik kimia meneliti serta mengembangkan material atau proses baru yang melibatkan reaksi kimia. Teknik kimia mengkombinasikan kimia dengan konsep engineering serta ekonomi untuk memecahkan masalah teknologi.


kimia

Ilmu kimia merupakan ilmu yang mempelajari tentang sebuah peristiwa atau fenomena yang terjadi dialam, lebih spesifiknya iyalah ilmu mempelajari tentang materi serta perubahan yang menyertainya.
Ilmu kimia seringkali dikatakan sebagai central sains dikarenakan pada disiplin ilmu apapun selalu berkaitan dengan kimia.

Kimia merupakan ilmu pengetahuan yang membahas perubahan suatu materi. Perubahan suatu materi bisa di dapat oleh gambaran melalui reaksi kimia. Menggunakan reaksi kimia, kita dapat menyingkap perubahan-perubahan aneh yang tersembunyi pada suatu zat.
Kimia merupakan  ilmu pengetahuan tentang yang gaib, tersembunyi,serta tak terlihat.
Ilmu kimia adalah bagian dari ilmu pengetahuan alam (sains) yang mempelajari tentang sifat, sturktur, komposisi, perubahan serta energi yang menyertai perubahan materi.

Cabang -Cabang dalam Kimia.
masing-masing memiliki bidang cakupan study yang luas seperti:
Kimia Analitik

Kimia analitik menggunakan pengamatan kualitatif serta kuantitatif untuk mengenali dan mengukur properti fisik serta kimia dari suatu zat. Dan dalam beberapa hal, seluruh zat kimia bersifat analitis.

Kimia Fisik

Kimia fisik mengkombinasikan kimia dengan fisika. Kimia fisik mempelajari bagaimana materi dan energi berinteraksi. Termodinamika dan mekanika kuantum adalah dua cabang penting pada kimia fisik. Kimia fisika merupakan cabang ilmu kimia yang mempelajari struktur, sifat, serta perubahan kimia suatu zat serta perubahan energi yang menyertai perubahan kimia tersebut.
Kimia Organik

Kimia organik iyalah senyawa yang mengandung elemen karbon dalam spesifikasinya. Karbon itu sendiri memiliki banyak properti unik yang memungkinkan untuk membentuk ikatan senyawa kompleks serta molekul yang sangat besar. Kimia organik dikenal juga sebagai “Kimia Kehidupan” karena segala molekul yang membentuk jaringan kehidupan memiliki karbon sebagai bagian dalam pembentukannya.
Kimia Anorganik

Kimia anorganik mempelajari material seperti logal serta gas yang tidak memiliki karbon sebagai bagian dari pembentukannya.
Biokimia

Biokimia adalah  study dari proses kimia yang terjadi pada organisme hidup.
Kimia Lingkungan: Kimia lingkungan iyalah cabang ilmu kimia yang mempelajari tentang interaksi yang melibatkan zat serta reaksi kimia di alam, serta polusi di alam.
Kimia Analitik: Kimia analitik merupakan cabang ilmu kimia yang mengkaji tentang analisis zat atau senyawa, baik secara kualitatif ataupun kuantitatif,  yang meliputi sampling, penyiapan sample siap ukur, pengukuran, pemisahan, peralatan untuk keperluan pengukuran dan lain-lain.
Biokimia: Biokimia adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari zat kimia serta reaksi kimia yang menyertai proses-proses biologi seperti proses metabolisme dalam tubuh.
Kimia Makanan: Kimia makanan iyalah cabang ilmu kimia yang berfokuskan pada kajian mengenai komposisi kimia, reaksi kimia, serta proses kimia dalam makanan. yang dimaksud meliputi makro nutrisi, mikro nutrisi, dan zat aditif dalam makanan.
Geokimia
Geokimia menggabungkan kimia dan geologi untuk mempelajari pembentukan serta interaksi antara berbagai zat yang terdapat di Bumi.
Kimia agrikultur mempelajari tentang reaksi kimia yang terlibat pada produksi, perlindungan, serta penggunaan dari pertanian dan peternakan. Bidang ini iyalah bidang lintas disiplin yang bergantung dengan berbagai bidang sains lainnya.
Bioteknologi pertanian merupakan fokus yang berkembang pesat pada berbagai ahli kimia agrikultur. Bidang ini memanipulasi tanaman agar resisten terhadap penggunaan herbisida untuk mengendalikan gulma.
Kimia Lingkungan
Kimia lingkungan adalah ilmu mempelajari bagaimana zat kimia berinteraksi dengan lingkungan alam. Kimia lingkungan iyalah bidang lintas disiplin yang melibatkan kimia analitik dan pemahaman terhadap ilmu lingkungan. Ahli di bidang ini pertama kali harus memahami kimia dan reaksi kimia yang muncul pada proses alam pada air dan udara.
Kualitas air merupakan area penting pada kimia lingkungan. Air “murni” tidak pernah muncul di alam semesta. Selalu terdapat beberapa mineral atau senyawa lainnya yang terkandung di dalamnya. Kualitas air diuji pada sungai, danau, serta air laut melalui karakteristik seperti kandungan oksigen, keasaman, tingkat kekeruhan, sedimen tersuspensi, serta pH.
Kimia Pangan
kimia pangan mempelajari tentang Ilmu pangan yang pada dasarnya berurusan dengan tiga komponen biologis dari makanan yaitu karbohidrat, lipid, dan protein.
Teknik Kimia
Teknik kimia meneliti serta mengembangkan material atau proses baru yang melibatkan reaksi kimia. Teknik kimia mengkombinasikan kimia dengan konsep engineering serta ekonomi untuk memecahkan masalah teknologi.



A. Positif:
1. Kalimat Verbal:
  1. She crossed over the bridge by motorcycle last night
    (ia menyebrangi jembatan dengan sepeda motor kemarin malam)
  2. I sent you a letter a month ago
    (aku mengirimimu sebuah surat sebulan yang lalu)
  3. They left me alone in the middle of the jungle yesterday
    (mereka meninggalkan aku di tengah hutan kemarin)
  4. Michael Jackson sang in his last concert at 2011
    (Michael Jackson bernyanyi di konser terakhirnya pada tahun 2011).
  5. My mother cooked fried chicken for my birthday party last week
    (Ibuku memasak ayam goring untuk acara ultahku minggu yang lalu)
B. Negatif:
1. Kalimat Verbal:
  1. She did not go to school yesterday because since three days ago she has been sick.
    (Dia kemarin tidak masuk sekolah karena sejak 3 hari yang lalu dia sakit.
  2. I did not tell you the truth because I was afraid you would be shocked
    (Aku tidak memberitahumu yang sebenarnya karena aku takut kamu akan shock).
  3. Janet did not attend my weeding party since she is my ex girl friend
    (Janet tidak datang ke pesta pernikahanku karena dia adalah mantan pacarku).
  4. Brian did not give up although Jane refused to marry him
    (Brian tidak menyerah meskipun Jane menolak untuk menikah dengannya).
  5. Many of life’s failures are people who did not realize how close they were to success when they gave up
    (Kebanyakan yang gagal dalam hidup adalah mereka yang tidak sadar seberapa dekat mereka dengan kesuksesan ketika mereka menyerah).
C. Interogatif:
1. Kalimat Verbal:
  1. Why did you come home so late?
    (Mengapa kamu pulang terlambat sekali?)
  2. Did you tell mother that you would be late?
    (Apakah kamu memberi tahu ibu kalau kamu akan datang terlambat?)
  3. Did you lock the door before leaving?
    (Apakah kamu mengunci rumah sebelum pergi)
  4. Did he deliver the order on time?
    (Apakah dia mengantarkan pesanannya tepat waktu?)
  5. What did you take from my bag?
    (Apa yang kamu ambil dari tasku?)
                                   RESERVATION

TOURIST: Good morning. Have you any room vacant?

RECEPTIONIST: Yes, sir. Double or single?

TOURIST: I want one double.

RECEPTIONIST: I have a double room on the second floor.

TOURIST: Oh, but I wanted to have one on the ground floor, or the first floor.

RECEPTIONIST: Let me see if I can . . . I'm sorry, sir. There's no double room vacant at the moment either on the ground or on the first floor. But I wonder if' you could wait till the check-out time. I'll have two vacancies then. Could I book one of the rooms for you in advance, sir?

TOURIST: Yes, I don't mind waiting for an hour or so. What's your check-out time?

RECEPTIONIST: It's 12 noon, and it's already a quarter past eleven. So you'll have to wait for less than an hour, sir.

TOURIST: How come? My watch shows ten minutes to eleven! That means there's more than an hour to go. I'm not going to wait. . .

RECEPTIONIST: I'm afraid your watch is a little too slow, sir. My watch makes 11.20 now. I set the time only a few minutes before you came.

TOURIST: Oh, dear, there's something wrong with my watch. You're right. I'll wait for some time.

RECEPTIONIST: Thank you, sir. Would you take a seat, on the sofa over there?

TOURIST: Oh, but I don't know anything about the facilities you provide here.

RECEPTIONIST: Don't worry about that, sir. Here's a brochure giving all information about the hotel. On page ten, you'll find everything about the rooms.

TOURIST: Thank you, young lady.

Bhs Inggris

A. Positif:
1. Kalimat Verbal:
  1. She crossed over the bridge by motorcycle last night
    (ia menyebrangi jembatan dengan sepeda motor kemarin malam)
  2. I sent you a letter a month ago
    (aku mengirimimu sebuah surat sebulan yang lalu)
  3. They left me alone in the middle of the jungle yesterday
    (mereka meninggalkan aku di tengah hutan kemarin)
  4. Michael Jackson sang in his last concert at 2011
    (Michael Jackson bernyanyi di konser terakhirnya pada tahun 2011).
  5. My mother cooked fried chicken for my birthday party last week
    (Ibuku memasak ayam goring untuk acara ultahku minggu yang lalu)
B. Negatif:
1. Kalimat Verbal:
  1. She did not go to school yesterday because since three days ago she has been sick.
    (Dia kemarin tidak masuk sekolah karena sejak 3 hari yang lalu dia sakit.
  2. I did not tell you the truth because I was afraid you would be shocked
    (Aku tidak memberitahumu yang sebenarnya karena aku takut kamu akan shock).
  3. Janet did not attend my weeding party since she is my ex girl friend
    (Janet tidak datang ke pesta pernikahanku karena dia adalah mantan pacarku).
  4. Brian did not give up although Jane refused to marry him
    (Brian tidak menyerah meskipun Jane menolak untuk menikah dengannya).
  5. Many of life’s failures are people who did not realize how close they were to success when they gave up
    (Kebanyakan yang gagal dalam hidup adalah mereka yang tidak sadar seberapa dekat mereka dengan kesuksesan ketika mereka menyerah).
C. Interogatif:
1. Kalimat Verbal:
  1. Why did you come home so late?
    (Mengapa kamu pulang terlambat sekali?)
  2. Did you tell mother that you would be late?
    (Apakah kamu memberi tahu ibu kalau kamu akan datang terlambat?)
  3. Did you lock the door before leaving?
    (Apakah kamu mengunci rumah sebelum pergi)
  4. Did he deliver the order on time?
    (Apakah dia mengantarkan pesanannya tepat waktu?)
  5. What did you take from my bag?
    (Apa yang kamu ambil dari tasku?)
                                   RESERVATION

TOURIST: Good morning. Have you any room vacant?

RECEPTIONIST: Yes, sir. Double or single?

TOURIST: I want one double.

RECEPTIONIST: I have a double room on the second floor.

TOURIST: Oh, but I wanted to have one on the ground floor, or the first floor.

RECEPTIONIST: Let me see if I can . . . I'm sorry, sir. There's no double room vacant at the moment either on the ground or on the first floor. But I wonder if' you could wait till the check-out time. I'll have two vacancies then. Could I book one of the rooms for you in advance, sir?

TOURIST: Yes, I don't mind waiting for an hour or so. What's your check-out time?

RECEPTIONIST: It's 12 noon, and it's already a quarter past eleven. So you'll have to wait for less than an hour, sir.

TOURIST: How come? My watch shows ten minutes to eleven! That means there's more than an hour to go. I'm not going to wait. . .

RECEPTIONIST: I'm afraid your watch is a little too slow, sir. My watch makes 11.20 now. I set the time only a few minutes before you came.

TOURIST: Oh, dear, there's something wrong with my watch. You're right. I'll wait for some time.

RECEPTIONIST: Thank you, sir. Would you take a seat, on the sofa over there?

TOURIST: Oh, but I don't know anything about the facilities you provide here.

RECEPTIONIST: Don't worry about that, sir. Here's a brochure giving all information about the hotel. On page ten, you'll find everything about the rooms.

TOURIST: Thank you, young lady.